Fasilitas Isolasi Terpusat di Kapal Pelni Berkapasitas 2.000 Tempat Tidur

Oleh Andina Librianty pada 16 Agu 2021, 21:28 WIB
Diperbarui 16 Agu 2021, 21:28 WIB
Penyediaan kapal untuk isolasi apung
Perbesar
kapal pelni jadi tempat isoman. Foto: dok Merdeka.com/antara

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan pemerintah saat ini masih terus mempersiapkan fasilitas isolasi terpusat menggunakan kapal milik PT Pelni (Persero). Saat ini yang sedang dalam tahap uji coba adalah di Makassar, Sulawesi Selatan.

"Dan sekarang disiapkan di kota Medan yaitu KM. Bukit Raya dengan kapasitas sekitar 1.000 tempat tidur, kemudian di Lampung dipersiapkan KM. Lawit sekitar 1.000 tempat tidur, dan di Padang juga sedang disiapkan, tentu administrasi sedang dibahas antara Pemerintah Daerah, Pemerintah Pusat, Kementerian Perhubungan dan BNPB," jelas Airlangga dalam konferensi pers PPKM pada Senin (16/8/2021)

Kemudian, juga disiapkan fasilitas isolasi terpusat di kapal Pelni di Bitung, Sulawesi Utara. Begitu pula dengan di Sorong dan Jayapura.

"Dimana di Jayapura disiapkan, dan ini akan terus dioperasikan sampai dengan PON nanti," jelas Airlangga.

Sedangkan isolasi terpusat lain yang disiapkan antara lain di Wisma Haji, Balai Diklat, serta berbagai tempat fasilitas lain di level kelurahan, kecamatan, dan kota.

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Pembiayaan Fasilitas Isolasi Terpusat

Kapal Pelni
Perbesar
Salah satu kapal Pelni untuk melayani pemudik (Liputan6.com / Yoseph Ikanubun)

Sebelumnya, Airlangga mengatakan bahwa pembiayaan fasilitas isolasi terpusat dengan kapal Pelni disiapkan oleh pemerintah pusat melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Komponen biayanya mencakup Pemda untuk menyediakan tenaga kesehatan dan dukungan atau kerja sama Rumah Sakit Pengampu.

Sementara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan menyiapkan obat-obatan, vitamin, reagen PCR, biaya perawatan dan insentif tenaga kesehatan.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) atau Satgas dalam hal ini yang akan mengurus biaya operasional untuk catering, perlengkapan dan pembersihan, internet, dukungan personil dan lainnya.

Lanjutkan Membaca ↓

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya