Jokowi Soroti Digitalisasi UMKM di Sidang Tahunan MPR 2021

Oleh Arief Rahman Hakim pada 16 Agu 2021, 10:15 WIB
Diperbarui 16 Agu 2021, 10:15 WIB
Presiden Jokowi mengenakan baju adat Sabu dari Nusa Tenggara Timur (NTT) saat menghadiri sidang tahunan MPR, Jumat (14/8/2020). (dok Biro Pers Sekretariat Presiden)
Perbesar
Presiden Jokowi datang ke Gedung MPR/DPR menghadiri sidang tahunan MPR, Senin (16/8/2021). (dok)

Liputan6.com, Jakarta Presiden Jokowi dalam Sidang Tahunan MPR 2021 menyoroti pentingnya dukungan pemerintah terhadap pelaku UMKM demi pemulihan ekonomi.

Pada penanganan ekonomi selama masa pandemi Covid-19 di Indonesia, pemerintah akan genjot perhatian terhadap sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Pasalnya, digitalisasi sektor ini mampu juga meningkatkan peluang untuk masuk ke rantai pasok global.

Presiden Jokowi mengatakan perluasan akses pasar bagi produk-produk dalam negeri menjadi perhatian serius pemerintah.

“Program “Bangga Buatan Indonesia” terus kita gencarkan, sembari meningkatkan daya saing produk lokal dalam kompetisi global,” katanya dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI, Senin (16/8/2021).

Ia menekankan pemerintah terus mendorong pengembangan ekosistem ekonomi digital untuk meningkatkan produktivitas masyarakat.

“Partisipasi dalam ekonomi digital ini sangat penting karena potensinya yang sangat besar dan mempermudah UMKM untuk masuk ke rantai pasok global,” tegasnya.

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Digitalisasi UMKM

Sidang Tahunan MPR RI
Perbesar
Presiden Joko Widodo (Jokowi) berfoto bersama dengan Wapres Maruf Amin sebelum menghadiri Sidang Tahunan MPR 2021 di Gedung MPR/DPR, Senin (16/8/2021).

Lebih lanjut, Presiden Jokowi mengaku proses digitalisasi UMKM yang masuk ke aplikasi perdagangan elektronik dan lokapasar jumlahnya terus meningkat. Menurut data yang dimilikinya, hingga Agustus 2021, tercatat sudah lebih dari 14 juta UMKM.

Jumlah itu setara 22 persen dari total UMKM yang sudah bergabung dengan aplikasi perdagangan elektronik.

Terkait nilai transaksi, pada 2020 lalu, nilai transaksi perdagangan digital Indonesia mencapai lebih dari Rp 253 triliun. Presiden Jokowi optimistis nilai ini diperkirakan akan meningkat menjadi Rp330,7 triliun di tahun 2021.

“Pandemi Covid-19 juga memberikan hikmah kepada bangsa Indonesia bahwa krisis menuntut konsolidasi kekuatan negara untuk melayani rakyat, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan meraih Indonesia Maju yang kita cita-citakan,” katanya.

Ia menekankan, dukungan semua pihak, utamanya lembaga-lembaga negara menempati posisi sentral. Kerja cerdas sinergitas antar-lembaga negara menjadi salah satu kunci utama untuk bisa gesit merespons perubahan yang terjadi di masa mendatang.

“Keseimbangan dan saling kontrol antar-lembaga negara sangatlah penting dalam sistem ketatanegaraan kita. Tetapi, kerja sama, sinergi, serta kerelaan untuk berbagi beban dan tanggung jawab, justru lebih utama dalam menghadapi pandemi,” tegasnya.

 

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya