Jokowi: Struktur Ekonomi Indonesia Harus Lebih Produktif

Oleh Andina Librianty pada 16 Agu 2021, 09:50 WIB
Diperbarui 16 Agu 2021, 09:56 WIB
Presiden Jokowi mengenakan baju adat Sabu dari Nusa Tenggara Timur (NTT) saat menghadiri sidang tahunan MPR, Jumat (14/8/2020). (dok Biro Pers Sekretariat Presiden)
Perbesar
Presiden Jokowi datang ke Gedung MPR/DPR menghadiri sidang tahunan MPR, Senin (16/8/2021). (dok)

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan bahwa struktur ekonomi Indonesia yang selama ini didominasi oleh konsumsi rumah tangga, harus terus dialihkan menjadi lebih produktif. Dalam hal ini dengan mendorong hilirisasi, investasi dan ekspor.

"Struktur ekonomi kita yang selama ini lebih dari 55 persen dikontribusikan oleh konsumsi rumah tangga, harus terus kita alihkan menjadi lebih produktif dengan mendorong hilirisasi, investasi dan ekspor," kata Jokowi dalam Pidato Kenegaraan Presiden RI di Sidang Tahunan MPR RI pada Senin (16/8/2021).

Dijelaskannya, fokus pemerintah adalah menciptakan sebanyak mungkin lapangan kerja baru yang berkualitas. Implementasi Undang-Undang Cipta Kerja terus kita percepat.

Hal tersebut salah satunya dapat dilihat dengan peluncuran Online Single Submission (OSS) pada pekan lalu, yang dinilai sangat mempermudah semua level dan jenis usaha, apalagi bagi jenis-jenis usaha yang berisiko rendah. Urusan perizinan, pengurusan insentif dan pajak bisa dilakukan jauh lebih cepat, lebih transparan, dan lebih mudah.

"Kesempatan ini harus dimanfaatkan oleh pelaku UMKM untuk mengembangkan usahanya," tutur Jokowi.

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Investasi

Pada periode Januari sampai Juni 2021, realisasi investasi Indonesia, tidak termasuk sektor hulu migas dan jasa keuangan, sedikitnya Rp 442,8 triliun, dengan rincian 51,5 persen di luar Jawa dan 48,5 persen di Jawa. Investasi ini menyerap lebih dari 620 ribu tenaga kerja Indonesia.

Penambahan investasi tersebut diharapkan dapat membantu pemerintah mencapai target Rp 900 triliun pada tahun ini. Selain itu juga mendorong pembukaan lapangan kerja dan menggerakkan perekonomian.

"Penambahan investasi di bulan-bulan ke depan ini kita harapkan bisa memenuhi target Rp 900 triliun, serta menciptakan lapangan kerja baru dan menggerakkan perekonomian secara lebih signifikan. Perkembangan investasi harus menjadi bagian terintegrasi dengan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkeadilan," jelas Jokowi.

 

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya