Jokowi: Pandemi Covid-19 Dorong Akselerasi Industri

Oleh Andina Librianty pada 16 Agu 2021, 09:34 WIB
Diperbarui 16 Agu 2021, 09:35 WIB
Makna Baju Adat Baduy yang Dipakai Presiden Jokowi dalam Sidang Tahunan MPR
Perbesar
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengenakan busana adat Baduy Luar dalam Sidang Tahunan MPR RI. (dok. ScreenShoot Youtube Sekretariat Presiden)

Liputan6.com, Jakarta Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada hari ini, Senin 16 Agustus 2021, menyampaikan pidato kenegaraan dalam rangkaian Sidang Tahunan MPR (Majelis Permusyawaratan Rakyat) di ruang sidang MPR.

Salah satu yang disampaikan dalam pidatonya adalah bagaimana revolusi industri membantu masyarakat beradaptasi di tengah pandemi Covid-19.

Jokowi mengatakan di tengah dunia yang penuh disrupsi sekarang ini, karakter berani untuk berubah, berani untuk mengubah, dan berani untuk mengkreasi hal-hal baru, merupakan fondasi untuk membangun Indonesia Maju.

Indonesia yang telah berusaha bermigrasi di era Revolusi Industri 4.0 pun membantu keseharian kehidupan saat ini di tengah pandemi Covid-19.

"Kita telah berusaha bermigrasi ke cara-cara baru di era Revolusi Industri 4.0 ini, agar bisa bekerja lebih efektif, lebih efisien, dan lebih produktif. Adanya Pandemi Covid-19 sekarang ini, akselerasi inovasi semakin menyatu dalam keseharian kehidupan kita," ungkap Jokowi dalam Sidang Tahunan MPR RI pada Senin (16/8/2021).

Pandemi Covid-19, kata Jokowi, telah memacu kita untuk berubah, mengembangkan cara-cara baru, meninggalkan kebiasaan lama yang tidak relevan, dan menerobos ketidakmungkinan.

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


New Normal

Presiden Jokowi mengenakan baju adat Sabu dari Nusa Tenggara Timur (NTT) saat menghadiri sidang tahunan MPR, Jumat (14/8/2020). (dok Biro Pers Sekretariat Presiden)
Perbesar
Presiden Jokowi mengenakan baju adat Sabu dari Nusa Tenggara Timur (NTT) saat menghadiri sidang tahunan MPR, Jumat (14/8/2020). (dok Biro Pers Sekretariat Presiden)

Semuanya dipaksa untuk membangun normalitas baru dan melakukan hal-hal yang dianggap tabu selama ini, seperti memakai masker, menjaga jarak, tidak bersalaman, dan tidak membuat keramaian.

"Bekerja dari rumah, belanja daring, pendidikan jarak jauh, serta rapat dan sidang secara daring, telah menjadi kebiasaan baru yang dulu kita lakukan dengan ragu-ragu," ungkapnya.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya