Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Kuartal II 2021 di Atas India, Vietnam, Korsel dan Jepang

Oleh Liputan6.com pada 05 Agu 2021, 20:45 WIB
Diperbarui 05 Agu 2021, 20:45 WIB
Airlangga Hartarto
Perbesar
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal II 2021 lebih tinggi dibandingkan beberapa negara tetangga. Pertumbuhan ekonomi Indonesia 7,07 persen di kuartal II 2021.

"Pertumbuhan lebih tinggi dari negara tetangga. India di kuartal II 1,6 persen, Vietnam 6,6 persen, Korsel 5,69 persen, dan Jepang minus 1,6 persen," kata Airlangga Hartarto dalam konferensi pers Rilis Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Triwulan II-2021, Kamis (5/8/2021).

Airlangga menyebut, pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal II tahun ini juga merupakan yang tertinggi sejak empat kuartal terakhir. Sebelumnya, ekonomi Indonesia selalu mencatat kontraksi berturut-turut sejak kuartal II 2020.

"Perekonomian Indonesia tumbuh 7,07 persen year on year (yoy) tersebut merupakan angka pertumbuhan kuartalan tertinggi sejak beberapa waktu lalu ataupun sejak subprime mortgage yang lalu," ungkapnya.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia didukung oleh seluruh komponen pengeluaran. Bahkan, ekspor tercatat mengalami pertumbuhan paling tinggi mencapai 31,78 persen sedangkan impor tumbuh 31,22 persen.

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Investasi dan Konsumsi

Airlangga Hartarto
Perbesar
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Investasi juga tercatat tumbuh 7,54 persen didukung oleh membaiknya kondisi perekonomian domestik maupun global.

Sementara konsumsi rumah tangga sebagai penyumbang terbesar perekonomian tumbuh 5,93 persen sejalan dengan meningkatnya optimisme masyarakat.

Di sisi sektor usaha, transportasi, akomodasi, dan makanan minuman juga tumbuh masing-masing 25,1 persen dan 21,58 persen. Pertumbuhan di sektor ini dikarenakan mulai tinggi mobilitas masyarakat selama kuartal II 2021.

Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya