Pertumbuhan Ekonomi 7 Persen Sesuai Target Jokowi dan Menko Airlangga

Oleh Tira Santia pada 05 Agu 2021, 18:30 WIB
Diperbarui 05 Agu 2021, 18:30 WIB
FOTO: Indonesia Dipastikan Alami Resesi
Perbesar
Warga berada di sekitar Spot Budaya Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Kamis (5/11/2020). Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia pada kuartal III-2020 minus 3,49 persen, Indonesia dipastikan resesi karena pertumbuhan ekonomi dua kali mengalami minus. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Liputan6.com, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perekonomian Indonesia berhasil tumbuh positif mencapai 7,07 persen (yoy) pada kuartal II 2021. Pertumbuhan ekonomi ini pun sesuai prediksi pemerintah sejak awal kuartal II 2021 kemarin.

Pada akhir April 2021 lalu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan jika pertumbuhan ekonomi nasional yang mulai menunjukan gejala perbaikan. Hal itu bisa dicapai lantaran kasus harian positif Covid-19 telah bisa ditekan.

"Bulan Maret-April ini sudah kelihatan, ekonomi sudah hampir menuju pada posisi normal. Sehingga target kita secara nasional di tahun 2021 ini target pertumbuhan kita 4,5-5,5 persen itu bisa kita capai," ujarnya dalam siaran video Pengarahan Presiden RI kepada Kepala Daerah se-Indonesia Tahun 2021 pada April 2021 lalu.

Jokowi menilai, pertumbuhan ekonomi positif tersebut sangat bergantung sekali pada apa yang terjadi di kuartal II 2021. Artinya, gerak ekonomi di sepanjang April, Mei dan Juni ini akan sangat-sangat menentukan.

"Kalau kita bisa menekan Covid-nya, tanpa membuat guncangan di ekonomi, ini lah keberhasilan. Dan target kita kurang lebih 7 persen harus tercapai. Kalau itu bisa tercapai, Insya Allah kita pada kuartal berikutnya akan lebih memudahkan," ungkapnya.

Hal senada juga diungkapkan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang pada pertengahan Mei lalu telah memprediksi pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal II 2021 mencapai 7 persen.

"Tapi trennya ke arah positif dan perekonomian kita tumbuh V curve. Kita berharap pertumbuhan ekonomi kuartal II akan masuk jalur positif dan diperkirakan bisa mencapai 7 persen," kata dia.

Airlangga mendasarkan optimisme itu pada beberapa indikator. Antara lain, mulai dari realisasi penanaman modal asing (PMA) hingga indeks keyakinan konsumen (IKK) yang terus membaik.

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Realisasi Investasi

Prediksi BI Soal Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tahun Depan
Perbesar
Pekerja tengah mengerjakan proyek pembangunan gedung bertingkat di Jakarta, Sabtu (15/12). Bank Indonesia (BI) memprediksi pertumbuhan ekonomi pada tahun 2019 mendatang tidak jauh berbeda dari tahun ini. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Dia mencatat realisasi PMA mencapai 54,6 persen dan IKK per Maret 2021 untuk kelompok masyarakat pengeluaran di bawah Rp 5 juta mencapai 90,1 atau mendekati zona normal 100.

Selain itu, perkembangan ekspor dan impor juga sudah kembali normal termasuk belanja pemerintah yang telah berada di jalur positif.

Ketua Umum DPP Partai Golkar ini juga menyampaikan kenaikan harga komoditas seperti sawit, karet, nikel, tembaga, dan batubara telah mendorong pemulihan ekonomi yang tercermin dari perbaikan kondisi perekonomian daerah sepanjang kuartal I 2021.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya