Indonesia Bisa Tiru AS, Masyarakat yang Ingin Dapat BLT Harus Mau Divaksin

Oleh Tira Santia pada 05 Agu 2021, 16:00 WIB
Diperbarui 05 Agu 2021, 16:00 WIB
Vaksinasi COVID-19 di Taman Dadap Merah
Perbesar
Vaksinator menyuntikkan vaksin COVID-19 untuk warga di Taman Dadap Merah, Kebagusan, Jakarta, Sabtu (10/7/2021). Pelaksanaan vaksinasi melalui mobil vaksin keliling juga diperuntukkan untuk anak usia 12 tahun ke atas. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Liputan6.com, Jakarta - Mantan Menteri Keuangan Indonesia Chatib Basri mengusulkan kepada Pemerintah untuk menggunakan Bantuan Langsung Tunai (BLT) menjadi Cash For Vaksin (CVF). Tujuannya jika masyarakat ingin mendapatkan bantuan, maka harus divaksin terlebih dahulu.

“Mumpung ada pak menteri perdagangan di sini, pak ketua Kadin di sini. Saya ingin usul sebetulnya pemerintah kan punya bantuan sosial yang namanya BLT ya, kenapa sebagian dari BLT itu bikin disebut sebagai cash for vaksin. Jadi kalau orang mendapat cash dia harus vaksin,” kata Chatib dalam dialog ekonomi, Kamis (5/8/2021).

Sehingga proses vaksinasi di Indonesia bisa dipercepat. Namun disamping itu, supply atau pasokan untuk vaksin harus disiapkan terlebih dahulu agar vaksinasinya bisa dipenuhi.

“Jadi kalau supply vaksinnya bisa kita penuhi maka orang ada insentif untuk melakukan vaksinasi. Karena saya percaya kalau immunity-nya itu terjadi maka kita bisa mengulangi apa yang kita alami di triwulan kedua pertumbuhannya,” ujarnya.

Chatib mengatakan memang pertumbuhan ekonomi Indonesia sebelumnya  terlambat karena dilakukan PPKM yang diterapkan selama kurang lebih 4 minggu. Menurutnya kunci untuk memulihkan ekonomi adalah mempercepat proses vaksinasi yang didukung oleh BLT.

“Jadi ini pola ini akan sangat menentukan, jadi kuncinya sekali lagi saya katakan adalah bagaimana mempercepat proses agar momentum ini bisa terjadi, salah satunya Bansos diberikan tetapi juga mungkin coba dipikirkan misalnya cash for vaksin,” usulnya.

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Tiru Amerika Serikat

Pemprov DKI Percepat Vaksinasi Dosis Kedua
Perbesar
Warga saat mengikuti vaksinasi Covid-19 dosis kedua di Mal Kota Kasablanka, Jakarta, Senin (2/8/2021). Wakil Gubernur Ahmad Riza Patria mengungkapkan Pemprov DKI akan mempercepat pemberian vaksin dosis kedua sebagai upaya mempercepat kekebalan komunal (herd immunity). (merdeka.com/Iqbal S Nugroho)

Pemerintah Indonesia bisa mengikuti langkah yang dilakukan Presiden Amerika Serikat Joe Biden. Tentunya dengan jumlah insentif yang berbeda seperti yang diberikan Biden. Presiden Amerika tersebut memberikan insentif USD 100 untuk setiap orang yang mau melakukan vaksin.

“Minggu lalu saya kira presiden presiden Biden di Amerika juga Mulai berbicara mengenai memberikan insentif tentu angkanya berbeda dengan kita 100 dolar untuk setiap orang yang mau melakukan vaksin,” pungkasnya.   

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya