BPS: Penjualan Sepeda Motor Meroket 268 Persen di Kuartal II 2021

Oleh Liputan6.com pada 05 Agu 2021, 12:03 WIB
Diperbarui 05 Agu 2021, 12:04 WIB
FOTO: Kasus COVID-19 di Taiwan Naik ke Level Tiga
Perbesar
Para pengendara sepeda motor mengenakan masker untuk membantu melindungi diri dari penyebaran virus corona COVID-19 di Taipei, Taiwan, Senin (12/7/2021). Kasus COVID-19 di Taiwan naik ke level tiga. (AP Photo/Chiang Ying-ying)

Liputan6.com, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat penjualan sepeda motor secara volume selama kuartal II-2021 mengalami peningkatan mencapai 1,15 juta unit. Angka ini meningkat sebanyak 268,64 persen jika dibandingkan periode sama tahun lalu yang hanya mencapai 313,6 ribu unit.

"Kalau kita bandingkan Q2 tahun 2020 itu tumbuhnya 268,64 persen. Sedangkan kalau kita bandingkan Q1 tahun 2021 tumbuhnya 10,65 persen," kata Kepala BPS Margo Yuwono dalam konferensi pers secara virtual, Kamis (5/8).

Selain sepeda motor, volume penjualan mobil pada kuartal II-2021 juga mengalami peningkatan signifikan. Di mana pada periode April-Juni mencapai penjualan sebanyak 206,4 ribu unit.

Angka ini meningkat 758,68 persen jika dibandingkan periode sama tahun sebelumnya hanya 24,0 ribu unit.

"Sedangkan kalau kita bandingkan Q1 2021 tumbuh 10,48 persen," imbuhnya.

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Pertumbuhan Penjualan

Pendistribusian Penjualan Sepeda Motor
Perbesar
Pekerja melakukan pengecekan sepeda motor yang akan didistribusikan ke dealer di gudang penyimpanan sepeda motor di Jatake, Tangerang, Banten, Kamis (11/7/2019). Wahana Distribution Center dengan kapasitas 2.700 unit mendistribusikan sepeda motor untuk wilayah Tangerang. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Dia mengatakan, pertumbuhan penjualan sepeda motor dan mobil ini menunjukan adanya indikasi bahwa konsumsi dan investasi mengalami peningkatan.

Karena sebagaian barang mobil itu selain untuk konsumsi masyarakat juga menjadi bagian daripada investasi pada komponen PMTB di PDB menurut pengeluaran.

Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com

 

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya