Covid-19 Varian Delta Bikin Pemulihan Ekonomi di 2021 Tak Berjalan Mulus

Oleh Andina Librianty pada 04 Agu 2021, 13:30 WIB
Diperbarui 04 Agu 2021, 13:30 WIB
Sri Mulyani Mencatat, Defisit APBN pada Januari 2019 Capai Rp 45,8 TSri Mulyani Mencatat, Defisit APBN pada Januari 2019 Capai Rp 45,8 T
Perbesar
Menteri Keuangan Sri Mulyani saat konferensi pers APBN KiTa Edisi Feb 2019 di Jakarta, Rabu (20/2). Kemenkeu mencatat defisit APBN pada Januari 2019 mencapai Rp45,8 triliun atau 0,28 persen dari PDB. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah memproyeksikan 2021 sebagai tahun pemulihan ekonomi. Namun kenaikan kasus positif Covid-19 karena kemunculan varian Delta, membuat proses pemulihan ekonomi terhambat seiring dengan aktivitas masyarakat yang kembali dibatasi.

"Tahun 2021 sebetulnya kita melihat dan memproyeksikan akan menjadi tahun pemulihan, dan memang seluruh indikator ekonomi hingga kuartal II 2021 menunjukkan akselerasi pemulihan yang cukup menyakinkan. Namun kemudian kita dijeda oleh varian Delta ini, yang mengharuskan kita untuk melakukan penyesuaian melalui pembatasan-pembatasan yang tentu berpengaruh pada momentum pemulihan ekonomi," ungkap Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani, dalam webinar 50 Tahun Nalar Ajar Terusan Budi: CSIS dan Transformasi Ekonomi Menuju Indonesia 2045 pad Rabu (4/8/2021).

Kendati demikian, katanya, bukan berarti pemerintah menyerah. Pemerintah disebut harus terus merekalibrasi, merevisi dan melakukan penyesuaian sehingga bisa tetap yakin pada momentum pemulihan ekonomi tersebut.

Pertumbuhan ekonomi pada kuartal II 2021, menurutnya, cukup akseleratif. Namun untuk kuartal III, pemerintah harus bertindak dengan lebih hati-hati.

"Pertumbuhan ekonomi, kita melihat pertumbuhan yang cukup akseleratif pada kuartal II, tapi kuartal III karena ada varian Delta, mungkin kita harus secara hati-hati menjaga antara pemulihan dengan penanganan Covid-19 ini," ungkapnya.

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Momentum Pemulihan Ekonomi

Target Pertumbuhan Ekonomi
Perbesar
Gedung bertingkat mendominasi kawasan ibu kota Jakarta pada Selasa (30/7/2019). Badan Anggaran (Banggar) DPR bersama dengan pemerintah menyetujui target pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di kisaran angka 5,2% pada 2019 atau melesat dari target awal 5,3%. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sri Mulyani pun meyakini momentum pemulihan ekonomi Indonesia masih sangat kuat. Begitu pula dari sisi kemampuan Indonesia untuk menahan dan mengatasi pandemi penyebaran Covid-19.

Salah satu upayanya yaitu dengan mengakselerasi pemberian vaksin secara gratis sesuai dengan program pemerintah. Vaksinasi merupakan salah satu upaya sangat penting dalam menghadapi pandemi Covid-19.

Menurut Sri Mulyani, pemerintah berusaha melakukan vaksinasi kepada seluruh masyarakat secara masif. Hal ini terutama dipercepat pada saat pasokan vaksin sudah ada di Indonesia.

"Bulan Agustus ini termasuk yang kita berambisi tingkatkan (vaksinasi). Ini yang kita lakukan untuk terus melakukan upaya mengatasi pandemi Covid-19, dan di satu sisi terus memulihkan ekonomi," tuturnya.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya