Kemendikbudristek Bentuk Program Penguatan Ekosistem Kewirausahaan

Oleh Arief Rahman Hakim pada 04 Agu 2021, 13:10 WIB
Diperbarui 04 Agu 2021, 13:10 WIB
Ilustrasi wirausaha, pengertian
Perbesar
Ilustrasi wirausaha, pengertian. (Photo by Adeolu Eletu on Unsplash)

Liputan6.com, Jakarta - Riset Kementerian, Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) menemukan fakta bahwa mahasiswa tingkat awal dan akhir melihat kampus vokasi tidak bisa memenuhi ilmu mengembangkan kewirausahaan.

Riset ini diselenggarakan oleh Direktorat Kemitraan dan Penyelerasan Dunia Usaha dan Dunia Industri.

Jika dibandingkan dengan beberapa negara tetangga, rasio wirausahawan di Indonesia masih sangat kecil. Oleh karena itu, Kemendikbudristek ingin mendorong lebih banyak berwirausaha dan menciptakan lapangan pekerjaan baru lewat lulusan vokasi.

Tim Program Penguatan Ekosistem Kewirausahaan Perguruan Tinggi Penyelenggara Pendidikan Vokasi (PTPPV) Eka Sri Dana Afriza mengatakan, saat ini jumlah wirausahawan di Indonesia hanya 3,4 persen. Angka tersebut jauh di bawah negara tetangga. Ia pun mencontohkan Singapura sudah sekitar 8 persen dan Jepang sudah lebih dari 11 persen.

Oleh karena itu, Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi Kemendikbudristek membentuk program penguatan ekosistem kewirausahaan.

“Program ini bersifat kompetisi bagi perguruan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan vokasi, didasarkan atas kemampuan dalam membangun ekosistem kewirausahaan,” jelas Dana dikutip dari keterangan tertulis, Rabu (4/8/2021).

Ruang lingkup pelaksanaan program penguatan ekosistem wirausahaan PTPPV meliputi pertanian, teknologi pertanian, perikanan, perkebunan, dan bidang lainnya, juga manufaktur, konstruksi, dan teknologi informasi. Lalu, ada juga industri, barang konsumsi seperti makanan, minuman, farmasi, peralatan rumah tangga, tekstil, kemudian termasuk bidang kesehatan, pariwisata, dan jasa lainnya.

Penguatan ekosistem kewirausahaan dilaksanakan melalui kegiatan seperti peningkatan kemampuan kewirausahaan mahasiswa yang terintegrasi dengan proses pembelajaran.

“Dalam hal ini kami bukan jump into the curriculum, tapi kami justru meningkatkan kemampuan kewirausahaan mahasiswa yang terintegrasi dengan proses pembelajaran,” imbuhnya.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Kemitraan

Kedua adalah inisiasi kemitraan dengan industri atau lembaga permodalan untuk peningkatan aktivitas ke perusahaan lain. Begitu juga pengembangan magang kewirausahaan bersama di dunia usaha.

“Seperti pemberian coaching clinic. Jadi kita berikan coaching pendampingan kepada kewirausahaan di sekolah atau di perguruan tinggi vokasi,” katanya.

Tujuan program tersebut untuk membangun ekosistem kewirausahaan di PTPPV demi menghasilkan lulusan pendidikan tinggi vokasi yang kreatif, inovatif, mandiri, dan adaptif terhadap perubahan lingkungan eksternal, dan dinamis.

“Program ini juga untuk mengembangkan kreativitas yang dapat menumbuhkan kemampuan mahasiswa dan menstimulasi minat mahasiswa dalam berwirausaha yang terintegrasi. Jadi ini program sangat spesifik, bukan modal usaha untuk pribadi, bukan untuk modal usaha perorangan. Kami ingin membangun, memperkuat ekosistem kewirausahaan di kampus PT PPV,” jelasnya.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya