5 Juta UMKM Ditargetkan Masuk Platform Digital Tiap Tahun

Oleh Tira Santia pada 03 Agu 2021, 13:30 WIB
Diperbarui 03 Agu 2021, 13:30 WIB
Mengunjungi Kios Jakpreneur di Jantung Kota
Perbesar
Pengrajin saat merapikan produk yang dijual di Kios Jakpreneur di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Rabu (3/2/2021). Terdapat 3 Kios Jakpreneur yang menjual berbagai produk UMKM dalam negeri, mulai dari kerajinan tangan hingga beragam jenis kuliner. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan untuk mewujudkan 30 juta pelaku UMKM dapat masuk ke ekosistem digital hingga tahun 2024. Dia akan mendorong sekitar 5 juta pelaku UMKM masuk ke ekosistem digital setiap tahunnya.

“Kita punya target 30 juta UMKM terhubung ke ekosistem digital di tahun 2024, dan saat ini baru sekitar 13,7 juta atau 21 persen, setiap tahun minimum kita harus naikkan sekitar 5 juta  usaha mikro untuk masuk ke pasar digital,” kata Teten dalam konferensi pers, Selasa (3/8/2021).

Menurutnya, transformasi digital bukan hanya untuk mendorong UMKM masuk ke platform digital. Tapi Pemerintah memiliki pendekatan yang komprehensif yaitu berbasis ekosistem, supaya lebih efektif dan memastikan UMKM Indonesia bisa bertransformasi secara utuh.

“Artinya dia bisa masuk onboarding bertahan lama disitu dan bisa semakin produktif. Banyak yang sudah onboarding tapi kapasitas produksinya terbatas dan kualitasnya tidak bisa berdaya saing maka tidak tahan lama,” ujarnya.

Oleh karena itu, Pemerintah perlu menyiapkan pelatihan, pendampingan, untuk meningkatkan kualitas produksi, karena itu penting.

Selain itu, agar UMKM tumbuh juga harus didukung dengan ekosistem logistik yang baik, agar terhubung dengan pasar yang lebih luas.

Disamping itu, kata Teten transformasi digital dan perdagangan melalui sistem elektronik memang menjadi perhatian dari Presiden Joko Widodo (Jokowi).

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Palapa Ring

IIF Pimpin Pendanaan Proyek Palapa Ring Paket Tengah
Perbesar
IIF akan mencari pendanaan sindikasi guna membiayai pembangunan jaringan tulang punggung serat optik nasionaI Palapa Ring Paket Tengah.

Hal itu terbukti dengan pembangunan infrastruktur internet Palapa Ring, yang ditujukan untuk semua UMKM di pelosok tanah air agar bisa mengakses pasar digital.

“Pasar digital ekonomi kita di prediksi 2024-2025 itu valuenya terbesar di Asia Tenggara. Harapan pak Presiden, diharapkan pembangunan infrastruktur bisa memberikan dampak yang sebesar-besarnya bagi masyarakat Indonesia khususnya UMKM agar bisa memanfaatkan infrastruktur untuk kegiatan usaha,” pungkasnya.   

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya