Sabar, Bantuan Pemerintah untuk PKL Masih Finalisasi

Oleh Tira Santia pada 02 Agu 2021, 20:35 WIB
Diperbarui 02 Agu 2021, 20:39 WIB
Kasus Aktif dan Kematian Akibat COVID-19 di Jakarta Turun
Perbesar
Warga beraktivitas di tengah Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Level 4 di Jakarta, Minggu (1/8/2021). Menurut Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut kasus aktif Covid-19 turun di Jakarta. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bantuan untuk Usaha Mikro Kecil (UMK) dan Pedagang Kaki Lima (PKL) sebesar Rp 1,2 juta untuk 1 juta penerima masih dalam tahap finalisasi.

“ini bantuan UMK dan PKL baru ini sedang difinalisasi dan diharapkan sudah bisa langsung dijalankan melalui TNI dan Polri, regulasinya sudah disiapkan dan ini akan dibagikan Rp  1,2 juta orang ini untuk 1 juta target,” kata Menko Airlangga dalam konferensi pers  evaluasi dan penerapan PPKM, Senin (2/8/2021).

Sementara untuk PKH di bulan Juli sudah terealisasi Rp 5,15 triliun untuk sejumlah 7,44 juta Penerima Keluarga Manfaat. Sedangkan kartu sembako sudah terealisasi sebanyak Rp 9,4 triliun untuk 15,67 juta KPM, dan program BLT Desa terealisasi Rp 1,48 triliun untuk 2,8 juta KPM.

“Demikian pula bantuan subsidi upah yang sudah mulai berjalan dan bahan proses produksi usaha mikro yang sudah mulai diluncurkan oleh Bapak Presiden pada tanggal 30 Juli yang lalu,” ujarnya.

Lanjutnya, hingga Juli 2021 realisasi anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sudah mencapai Rp 305,5 triliun atau baru mencapai 41 persen dari pagu anggaran Rp 744,75 triliun.

“Program Pemulihan ekonomi realisasi sampai Juli sudah mencapai Rp 305,5 triliun atau sebesar 41 persen dari total Rp 744,75 triliun,” imbuh Airlangga Hartarto.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Rincian

Cerita PKL Cirebon Kibarkan Bendera Putih
Perbesar
Salah satu PKL di Kota Cirebon memasang bendera putih di bagian gerobak dagangannya. Foto (Istimewa)

Adapun rinciannya, klaster kesehatan sudah terealisasi Rp 65,55 triliun, klaster perlindungan sosial terealisasi Rp 91,84 dari pagi Rp 186,64 triliun, dukungan UMKM dan koperasi serta korporasi realisasinya Rp 52,43 dari Pagu Rp 162,4 triliun.

Selanjutnya, klaster prioritas realisasinya Rp 47 triliun dari Pagu Rp 117, 94 triliun dan klaster investasi insentif usaha realisasinya sudah mencapai Rp 43,35 triliun dari Pagu sebesar Rp 62,83 triliun.

Disisi lain, kata Airlangga, saat ini perkembangan kasus covid-19 masih fluktuatif. Namun, sudah ada beberapa perbaikan dari beberapa indikator.

Oleh karena itu Pemerintah terus mendorong upaya perbaikan baik di sektor kesehatan melalui testing dan sektor sosial melalui percepatan penyaluran bansos kepada masyarakat yang terdampak.

“Kami juga melihat pemerintah terus mengembangkan dan mempertimbangkan aspek kesehatan dalam pengendalian covid-19 termasuk aspek sosial ekonomi, dan dalam kegiatan tersebut untuk mengurangi beban masyarakat ini Pemerintah mendorong percepatan penyaluran bantuan sosial untuk masyarakat,” pungkasnya.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya