Menko Airlangga: Realisasi Dana PEN hingga Juli 2021 Capai Rp 305,5 triliun

Oleh Tira Santia pada 02 Agu 2021, 20:29 WIB
Diperbarui 02 Agu 2021, 20:34 WIB
IHSG Berakhir Bertahan di Zona Hijau
Perbesar
Tumpukan uang kertas pecahan rupiah di ruang penyimpanan uang "cash center" BNI, Kamis (6/7). Tren negatif mata uang Garuda berbanding terbalik dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang mulai bangkit ke zona hijau. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan realisasi anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sampai Juli tahun 2021 sudah mencapai Rp 305,5 triliun. Capaian ini baru 41 persen dari pagu anggaran Rp 744,75 triliun.

“Program Pemulihan ekonomi realisasi sampai Juli sudah mencapai Rp 305,5 triliun atau sebesar 41 persen dari total Rp 744,75 triliun,” kata Menko Airlangga dalam konferensi pers  evaluasi dan penerapan PPKM, Senin (2/8/2021).

Secara rinci dia menyebutkan, untuk klaster kesehatan sudah terealisasi Rp 65,55 triliun, klaster perlindungan sosial terealisasi Rp 91,84 dari pagi Rp 186,64 triliun, dukungan UMKM dan koperasi serta korporasi realisasinya Rp 52,43 dari Pagu Rp 162,4 triliun.

Kemudian, klaster prioritas realisasinya Rp 47 triliun dari Pagu Rp 117, 94 triliun dan klaster investasi insentif usaha realisasinya sudah mencapai Rp 43,35 triliun dari Pagu sebesar Rp 62,83 triliun.

Lanjutnya, saat ini perkembangan kasus covid-19 masih fluktuatif namun sudah ada beberapa perbaikan dari beberapa indikator, Pemerintah tentu mendorong upaya upaya perbaikan tersebut melalui testing serta percepatan penyaluran bansos kepada masyarakat yang terdampak.

“Kami juga melihat pemerintah terus mengembangkan dan mempertimbangkan aspek kesehatan dalam pengendalian covid-19 termasuk aspek sosial ekonomi, dan dalam kegiatan tersebut untuk mengurangi beban masyarakat ini Pemerintah mendorong percepatan penyaluran bantuan sosial untuk masyarakat,” ujar Airlangga Hartarto.

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Bantuan untuk UKM dan PKL

Kasus Aktif dan Kematian Akibat COVID-19 di Jakarta Turun
Perbesar
Warga beraktivitas di tengah Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Level 4 di Jakarta, Minggu (1/8/2021). Menurut Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut kasus aktif Covid-19 turun di Jakarta. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Saat ini bantuan untuk Usaha Mikro Kecil (UMK) dan Pedagang Kaki Lima (PKL) masih dalam tahap finalisasi. Nantinya penyaluran akan dilakukan oleh TNI dan Polri. “Regulasinya sudah disiapkan dan ini akan dibagikan Rp  1,2 juta orang ini untuk 1 juta target,” imbuhnya.

Kata Airlangga, untuk PKH di bulan Juli sudah terealisasi Rp 5,15 triliun untuk sejumlah 7,44 juta Penerima Keluarga Manfaat.  Sedangkan kartu sembako sudah terealisasi sebanyak Rp 9,4 triliun untuk 15,67 juta KPM, dan program BLT Desa terealisasi Rp 1,48 triliun untuk 2,8 juta KPM.

“Demikian pula bantuan subsidi upah yang sudah mulai berjalan dan bahan proses produksi usaha mikro yang sudah mulai diluncurkan oleh Bapak Presiden pada tanggal 30 Juli yang lalu,” pungkasnya.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya