Pengembang Bukit Algoritma Punya Misi Bangkitkan Ekonomi Nasional dari Covid-19

Oleh Arief Rahman Hakim pada 02 Agu 2021, 18:45 WIB
Diperbarui 02 Agu 2021, 18:45 WIB
Proyek Bukit Algoritma di Sukabumi resmi dimulai
Perbesar
Proyek Bukit Algoritma di Sukabumi resmi dimulai (dok: AMKA)

 

Liputan6.com, Jakarta Penggagas Bukit Algoritma turut mendorong percepatan pemulihan ekonomi nasional dari pandemi Covid-19. Salah satu yang dilakukan adalah dengan menggalang donor plasma konvalensen.

Untuk pelaksanaannya, penggagas menciptakan sebuah website bernama DonorCovid19.com. Donor plasma ini menghubungkan Para Pendonor dan Resipient untuk Terapi Plasma Konvalensen (TPK), di Indonesia dan seluruh dunia. Pelayanan plasma konvalrnsen ini GRATIS untuk Donor dan Resipien.

Website DonorCovid19.com ini dibuat oleh Rian Irawan Hariadi, seorang programmer asal Bandung, Indonesia yang juga founder dari Ahlicoding.com. Website ini dirilis tanggal 30 Juli 2021 dan dikelola secara bersama-sama dengan Komunitas Plasma One. hal ini merupakan solidaritas dan kebersamaan sesama manusia supaya pandemi ini segera berakhir. 

Penggagas Bukit Algoritma dan Ketua Umum Inovator 4.0 Indonesia, Budiman Sudjatmiko mengatakan kegiatan ini terlaksana apabila kita memiliki unsur cinta terhadap orang yang kita sayangi.

"Jangan meremehkan ide-ide untuk kemajuan. Ide berbasis cinta dan ilmu pengetahuan hari ini akan mendapat dukungan semesta, jika anda punya ide dilandasi cinta dan dituntun ilmu pengetahuan semesta akan mendukung," kata Budiman, dalam acara DonorCovid19.com webinar and project launching secara virtual melalui zoom, Jumat (30/7/2021).

Budiman menuturkan, nantinya Bukit Algoritma akan melakukan kerjasama dengan berkolaborasi mengembangkan agar desa-desa bisa menjembatani antara pendonor plasma dengan penerimanya.

"Dengan berbasis pengalaman dimasing-masing bidang ada Dokter, Programer kita buat saja kerjasama dan saya akan meminta sosialisasi dari 2 kelompok masyatakat. 1 kepala desa, 2 kelompok organisasi perawat, untuk membantu Dokter masuk ke daerah-daerah terpencil," ujar Budiman.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Misi Bukit Algoritma

Ilustrasi Startup, Perusahaan Teknologi, Cloud, Komputasi Awan
Perbesar
Ilustrasi Startup, Perusahaan Teknologi, Cloud, Komputasi Awan. Kredit: Freepik

Lanjut Budiman, Bukit Algoritma juga memberikan tempat berkumpul para telent untuk mengumpulkan orang yang mempunyai telent teknologi, baik dari teknologi kesehatan, kedokteran, sampai teknologi informasi.

"Hal ini tentunya untuk mempercepat agar proses yang diinginkan terealisasi dengan baik," ucap Budiman.

Tentunya, untuk merealisasikan kolaborasi tersebut. Budiman ingin perawat, dokter, dan inovator di akar rumput bergerak demi donor plasma.

"Kita ga mimpi seluruh Indonesia kabupaten yang siap aja dulu insyaallah kalo oke bulan September kita tata 1 bulan untuk perapihan jejaring sosialnya yang kita rapikan. Desanya, perawatnya, inovatornya kita rapikan paling maksimal 1 bulan lebih cepat lebih baik," tuturnya.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya