Kelompok Makanan dan Minuman Terutama Cabai Rawit Dorong Inflasi Juli 2021

Oleh Liputan6.com pada 02 Agu 2021, 18:30 WIB
Diperbarui 02 Agu 2021, 18:30 WIB
Akibat Covid-19, BPS Catat Inflasi Sebesar 0,08 Persen Pada April
Perbesar
Pedagang menata dagangannya di Pasar Senen, Jakarta, Selasa (5/5/2020). Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi pada April 2020 sebesar 0,08% yang disebabkan permintaan barang dan jasa turun drastis akibat pandemi COVID-19. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan peningkatan indeks harga konsumen menjadi 106,54 pada Juli 2021. Angka tersebut sedikit di atas Juni 2021 yang tercatat 106,46.

"Berdasarkan pemantauan inflasi pada Juli 2021 terjadi peningkatan IHK 106,46 pada Juni menjadi 106,54 pada Juli 2021," kata Kepala BPS, Margo Yuwono di Jakarta, Senin (2/8/2021).

Inflasi pada Juli 2021 terjadi karena kenaikan harga pada sebagian besar kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang mengalami inflasi sebesar 0,15 persen. Kelompok ini pada Juli 2021 memberikan sumbangan inflasi 0,04 persen.

Komoditas yang dominan memberikan sumbangan inflasi, yaitu: cabai rawit sebesar 0,03 persen. Tomat, cabai merah, bawang merah, sawi putih, tahu mentah, dan rokok kretek filter masing-masing sebesar 0,01 persen.

Sementara komoditas yang dominan memberikan sumbangan deflasi, yaitu daging ayam ras sebesar 0,04 persen, telur ayam ras dan beras masing-masing sebesar 0,01 persen.

Begitu juga dengan kelompok kesehatan yang mengalami inflasi sebesar 0,24 persen. Terjadi kenaikan indeks dari 108,60 pada Juni 2021 menjadi 108,86 pada Juli 2021. Dari 4 subkelompok pada kelompok ini, seluruhnya mengalami inflasi.

Subkelompok yang mengalami inflasi tertinggi, yaitu subkelompok obat-obatan dan produk kesehatan sebesar 0,47 persen. Sedangkan terendah yaitu subkelompok jasa rawat jalan sebesar 0,06 persen. Kelompok ini pada Juli 2021 memberikan andil/sumbangan inflasi sebesar 0,01 persen.

Lalu ada kelompok pakaian dan alas kaki yang mengalami inflasi sebesar 0,08 persen. Seluruh subkelompok pada kelompok ini mengalami inflasi, seperti subkelompok pakaian sebesar 0,09 persen dan subkelompok alas kaki sebesar 0,02 persen. Namun Kelompok ini pada Juli 2021 tidak memberikan andil/sumbangan terhadap inflasi nasional.

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Sumbangan Lain

Akibat Covid-19, BPS Catat Inflasi Sebesar 0,08 Persen Pada April
Perbesar
Pedagang menata dagangannya di Pasar Senen, Jakarta, Selasa (5/5/2020). Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi pada April 2020 sebesar 0,08% yang disebabkan permintaan barang dan jasa turun drastis akibat pandemi COVID-19. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Kemudian kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga mengalami inflasi sebesar 0,05 persen. Terjadi kenaikanindeks dari 103,12 pada Juni 2021 menjadi 103,17 pada Juli 2021. Dari 4 subkelompok pada kelompok ini, seluruhnya mengalami inflasi.

Subkelompok yang mengalami inflasi tertinggi, yaitu subkelompok pemeliharaan, perbaikan, dan keamanan tempat tinggal/perumahan sebesar 0,18 persen. Sedangkan yang terendah yaitu subkelompok penyediaan air dan layanan perumahan lainnya sebesar 0,01 persen. Kelompok ini pada Juli 2021 memberikan andil/ sumbangan inflasi sebesar 0,01 persen.

Sementaraa itu,kelompok-kelompok pengeluaran lainnya yang juga mengalami inflasi antara lain perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,11 persen. Kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,03 persen. kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,05 persen. Kelompok pendidikan sebesar 0,18 persen dan kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,05 persen.

Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks, yaitu: kelompok transportasi sebesar 0,01 persen dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,07 persen.

Reporter: Anisyah Al Faqir

Sumber: Merdeka.com

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya