Tingkah Laku Pejabat Bea Cukai Bikin Sri Mulyani Kesal, Kenapa?

Oleh Liputan6.com pada 02 Agu 2021, 16:10 WIB
Diperbarui 02 Agu 2021, 16:10 WIB
Menkeu Sri Mulyani Beberkan Perubahan Pengelompokan/Skema Barang Kena Pajak
Perbesar
Menkeu Sri Mulyani bersiap mengikuti rapat kerja dengan Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (15/3/2021). Rapat membahas konsultasi terkait usulan perubahan pengelompokan/skema barang kena pajak berupa kendaraan bermotor yang dikenai PPnBM. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati manyatakan masih ada pejabat sebelumnya di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) yang kinerjanya tidak memuaskan.

Oleh karena itu, dia menginginka agar seluruh pegawai DJBC kinerjanya dapat berubah menjadi lebih baik.

Hal tersebut disampaikan Sri Mulyani saat melantik pejabat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) dengan jumlah 122 pejabat yang terdiri atas 20 pejabat eselon II dan 102 pejabat eselon III, termasuk pejabat fungsional pemeriksa.

“Masih banyak kita dikecewakan oleh tingkah laku pejabat DJBC. Kekecewaan itu harus dibayar dengan perbuatan nyata,” katanya pada saat melantik, Senin (2/8).

Oleh karena itu, Menkeu meminta seluruh pejabat di lingkungan Bea dan Cukai untuk belajar dari kegagalan, dan mengembalikan kepercayaan negara dan bangsa. Disertai perbaikan layanan seperti sistem informasi harus terus diperbaiki demi meningkatkan layanan kepada masyarakat.

Apalagi Bea dan Cukai merupakan garda terdepan dalam menjamin barang-barang impor untuk kebutuhan penanganan Covid-19. Oleh karena itu, kinerja harus cepat dan tepat.

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Layani Masyarakat

Jokowi Beri Pidato Perpisahan dengan Tax Amnesty-Jakarta- Angga Yuniar-20170228
Perbesar
Menteri Keuangan Sri Mulyani memberikan sambutan saat farewell atau perpisahan dengan program pengampunan pajak atau tax amnesty di Jakarta, Selasa (28/2). Penerimaan tax amnesty hingga hari ini telah mencapai Rp 112 triliun.(Liputan6.com/Angga Yuniar)

Tak hanya itu, dia juga meminta semua pejabat Bea Cukai tersebut harus langsung bekerja melayani masyarakat, terutama yang berkaitan dengan pandemi Covid-19.

Misalnya, dengan mempermudah proses ekspor barang untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional. “Saya juga meminta DJBC untuk terus mendorong dan mempermudah ekspor pada masa pemulihan ekonomi," pungkasnya.

Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya