Puluhan Tahun Bangun Reputasi Irjen Kemenkeu, Sri Mulyani Apresiasi Sumiyati

Oleh Tira Santia pada 02 Agu 2021, 15:20 WIB
Diperbarui 02 Agu 2021, 15:20 WIB
Sri Mulyani Mencatat, Defisit APBN pada Januari 2019 Capai Rp 45,8 T
Perbesar
Menteri Keuangan Sri Mulyani saat konferensi pers APBN KiTa Edisi Feb 2019 di Jakarta, Rabu (20/2). APBN 2019, penerimaan negara tumbuh 6,2 persen dan belanja negara tumbuh 10,3 persen. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati melantik Awan Nurmawan Nuh menjadi Inspektur Jenderal Kementerian Keuangan. Sebelumnya, posisi tersebut diduduki oleh Sumiyati.

Untuk diketahui, Awan Nurmawan Nuh  sebelumnya adalah Staf Ahli Bidang Peraturan dan Penegakan Hukum Pajak.

“Hari ini saya melantik jabatan yang begitu penting di dalam menjaga amanah keuangan negara yaitu jabatan inspektorat jenderal, sebuah jabatan yang identik dengan akuntabilitas tata kelola yang baik dan kepercayaan publik yang harus dijaga,” kata Sri Mulyani dalam acara pelantikan yang disiarkan di Yotube Kemenkeu RI, Senin (2/8/2021).

Dalam sambutannya, Sri Mulyani mengapresiasi dedikasi Sumiyati yang sudah berjalan selama 39 tahun 4 bulan. Menurutnya, Sumiyati berhasil membangun reputasi yang sangat baik selama menjabat menjadi Inspektur Jenderal Kementerian Keuangan.

“Ibu Sumiati yang sudah melaksanakan tugas secara Paripurna sesudah 39 tahun 4 bulan, dalam perjalanan yang begitu panjang dan beragam namun Ibu Sumiati mengakhiri karir puncak di kementerian keuangan sebagai Inspektur Jenderal yang telah membangun reputasi yang sangat baik,” ujarnya.

Menurutnya, Sumiyati bisa dijadikan sebagai contoh yang luar biasa bagi seluruh jajaran Pejabat di Kementerian Keuangan. Sri Mulyani menyebut jabatan sebagai inspektur jenderal merupakan jabatan yang tidak mudah.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Pesan Sri Mulyani

Sri Mulyani Mencatat, Defisit APBN pada Januari 2019 Capai Rp 45,8 T
Perbesar
Menteri Keuangan Sri Mulyani saat konferensi pers APBN KiTa Edisi Feb 2019 di Jakarta, Rabu (20/2). Kemenkeu mencatat defisit APBN pada Januari 2019 mencapai Rp45,8 triliun atau 0,28 persen dari PDB. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Oleh karena itu, Sri Mulyani berpesan kepada inspektur jenderal yang baru yakni Awan Nurmawan Nuh, untuk terus memperkuat dan meningkatkan akuntabilitas, transparansi, dan mempertanggungjawabkan keuangan negara secara kreatif dan inovatif.

“Jabatan Inspektur Jenderal ini akan merupakan suatu tugas yang berat. Saya meminta untuk terus memperkuat dan meningkatkan akuntabilitas transparansi dan pertanggungjawaban keuangan negara secara kreatif, inovatif, dan sesuai dengan rambu-rambu akuntabilitas keuangan negara,” tegasnya.

Di akhir, Sri Mulyani juga berpesan agar inspektur jenderal yang baru tidak hanya bisa menjaga reputasi instansinya saja, melainkan juga membimbing inspektorat jenderal dari Kementerian/Lembaga di daerah supaya menjadi institusi yang akuntabilitas.

“Inspektorat jenderal tidak hanya dianggap sebagai institusi lagi tapi membingbing inspektorat jenderal dari K/L yang lain di daerah untuk menjadi institusi yang akuntabilitas dan tidak reputasi yang nakut nakutin, tapi bisa menyampaikan informasi dengan akuntabel dan baik,” pungkasnya.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya