Inflasi Juli 2021 Sebesar 0,08 Persen, Paling Tinggi di Sorong

Oleh Liputan6.com pada 02 Agu 2021, 11:41 WIB
Diperbarui 02 Agu 2021, 11:42 WIB
BI Prediksi Inflasi Capai 0,42 Persen pada Januari 2020
Perbesar
Aktivitas jual beli beli di pasar kawasan Glodok, Jakarta, Selasa (28/1/2020). Bank Indonesia memproyeksikan terjadi inflasi di Januari 2020 bersumber dari beberapa komoditas pangan yang mengalami tekanan harga, di antaranya telur ayam akan berkontribusi juga ke inflasi. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat inflasi pada Juli 2021 mencapai sebesar 0,08 persen. Lembaga tersebut juga melaporkan tingkat inflasi tertinggi terjadi di Sorong, yang mencapai 1,51 persen

"Berdasarkan pemantauan inflasi pada Juli 2021 sebesar 0,08 persen atau terjadi peningkatan IHK 106,46 pada Juni menjadi 106,54 pada Juli 2021," kata Kepala BPS, Margo Yuwono, dalam rilis BPS, di Kantornya, Jakarta, Senin (2/8).

Dari 90 kota inflasi yang dipantau oleh BPS, sebanyak 61 kota terjadi inflasi. Sementara 29 kotanya mengalami deflasi.

Adapun inflasi tertinggi pada Juli 2021 ini terjadi di Sorong sebesar 1,51 persen. Sedangkan, inflasi terendah terjadi di Sampit sebesar 0,01 persen

"Inflasi tertinggi terjadi di 61 kota dan 29 kota mengalami deflasi," kata dia.

Diilihat dari faktor penyumbangnya keniakan harga ikan kembung menyumbang inflasi hingga 0,52 persen. Begitu juga kenaikan harga cabe ikut menyumbang kenaikan inflasi.

Sementara itu tingkat inflasi tahun kalender dari Januari sampai Juli 2021 sebesar 0,81 persen. Sementara inflasi tahunannya sebesar 1,52 persen.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Deflasi

FOTO: Kenaikan Sejumlah Bahan Pokok Picu Laju Inflasi
Perbesar
Pedagang sayuran menunggu pembeli di sebuah pasar di Jakarta, Rabu (1/4/2020). Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan pada Maret 2020 terjadi inflasi sebesar 0,10 persen, salah satunya karena adanya kenaikan harga sejumlah makanan, minuman, dan tembakau. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sedangkan untuk deflasi, tertinggi terjadi di Manokari sebesar minus 0,60 persen. Sedangkan deflasi terendah terjadi di Maumere dan Samarinda sebesar minus 0,01 persen.

Ini disebabkan karena adanya penurunan beberapa komoditas. Antara lain harga ikan umar menyumbang andil 0,43 persen, harga kangkung 0,20 persen dan harga tomat 0,17 persen.

"Terjadi penurunan harga untuk ikan umar memberikan andil sebesar 0,43 persen, penurunan harga kangkung 0,20 persen dan tomat andil 0,17 persen," kata dia.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya