Prospek Membaik, Harga Emas Bisa Tembus USD 1.850 Pekan Ini?

Oleh Andina Librianty pada 02 Agu 2021, 07:31 WIB
Diperbarui 02 Agu 2021, 07:31 WIB
Harga Emas Terus Bersinar di Tahun 2020, Penjualan Emas Antam Capai Rp 6,41 T
Perbesar
Untuk memperkuat nilai tambah produk emas, Antam terus melakukan inovasi produk dan penjualan.

Liputan6.com, Jakarta - Prospek harga emas membaik setelah komentar pimpinan The Fed, Jerome Powell, yang sedikit dovish pada pekan lalu. Reli harga emas ini nantinya akan tergantung pada langkah The Fed terkait ketenagakerjaan.

Kepala Strategi Global TD Securities, Bart Melek, mengatakan tidak ada batas waktu kapan The Fed akan melakukan tapering.

"Bank sentral memang mengakui bahwa varian Delta bisa menjadi masalah. Hal ini menyebabkan rekor suku bunga riil yang rendah, yang merupakan faktor utama yang mendorong harga emas bersama dengan penurunan dolar AS," kata Melek dikutip dari Kitco News pada Senin (2/8/2021).

Ia menilai The Fed belum akan menarik bola moneter dari pasar. "Agar emas bisa reli lebih lanjut, bagaimana pun, pasar membutuhkan semacam keyakinan bahwa Fed siap mengorbankan target stabilitas harga demi ketenagakerjaan sepenuhnya. Dan itulah yang mereka katakan pekan ini," jelas Melek.

Kendati demikian, analis tidak menutup kemungkinan kemunduran lebih lanjut terhadap harga emas. Pada Jumat sore (30/7/2021), harga emas mengalami aksi profit taking atau ambil untung yang signifikan karena kenaikan dolar AS.

Jika harga emas dapat mengubah keadaan ini, maka logam mulia mungkin berada di level USD 1.850 per ounce pada pekan depan, atau bahkan USD 1.870.

Peristiwa pekan depan yang kemungkinan akan memengaruhi harga emas adalah laporan nonfarm payroll AS Juli.

Jika AS melihat lebih dari satu juta posisi ditambahkan pada Juli 2021, maka itu akan mengganggu emas. Di sisi lain, kata Melek, kekecewaan di bidang ketenagakerjaan dapat dengan mudah memindahkan harga emas menuju USD 1.852.

"Kita telah mencapai rata-rata pergerakan 50 hari. Level (harga emas) berikutnya adalah USD 1.852. Kita mungkin sampai di sana jika beberapa data makro pada pekan depan tidak terlalu bagus," tutur Melek.

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Level Harga Emas

Pasar Saham Global Bergejolak, Harga Emas Ikut Turun
Perbesar
Aksi jual terjadi dan kekhawatiran terhadap situasi ekonomi China membuat harga emas turun 0,5 persen menjadi US$ 1.153,60 per ounce.

Level berikutnya yang perlu ditembus emas adalah USD 1.838.

"Begitu kita melihat level itu, harga akan bergerak menuju USD 1.850. Kemudian penutupan harian di atas USD 1.850 dapat membuka jalan bagi lebih banyak pembelian teknis, dan kita akan memiliki banyak resistensi sampai USD 1.860-70," ungkap analis pasar senior Oanda, Edward Moya.

Dalam jangka panjang, Moya melihat potensi emas untuk bergerak di level USD 1.900 per ounce selama beberapa bulan ke depan.

"Emas telah bertahan dari sejumlah sentimen dan kini secara teknis mulai mengatasi beberapa level kunci. Saat ini siap untuk menekankan kembali tren bullish jangka panjang," tambahnya.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya