Top 3: Seluruh Gerai Giant Tutup Permanen

Oleh Andina Librianty pada 01 Agu 2021, 07:31 WIB
Diperbarui 01 Agu 2021, 07:31 WIB
Giant Tutup Gerai
Perbesar
Suasana di salah satu gerai supermarket Giant di Jakarta, Kamis (4/3/2021). Poster-poster discount closing store dan rak-rak kosong menjadi pemandangan setiap konsumen yang datang. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta - Seluruh gerai Giant dipastikan tutup permanen pada akhir Juli 2021. Penutupan gerai ini menindaklanjuti strategis atas seluruh lini bisnis Hero Supermarket, perusahaan akan memfokuskan bisnisnya ke merek dagang IKEA, Guardian, dan Hero Supermarket yang memiliki potensi pertumbuhan lebih tinggi dibandingkan Giant.

Kepastian tutupnya seluruh gerai Giant tersebut diungkapkan Corporate and Consumer Affairs PT Hero Supermarket, Diky Risbianto.

Sebelumnya, manajemen PT Hero Supermarket Tbk memang telah mengumumkan penutupan seluruh gerai Giant pada Mei 2021 lalu.

Sebagai bagian dari fokus baru ini, PT Hero Supermarket Tbk. akan mengubah hingga lima gerai Giant menjadi IKEA, yang diharapkan dapat menambah aksesibilitas bagi pelanggan.

Artikel mengenai tutupnya seluruh gerai Giant secara permanen ini menjadi artikel yang paling banyak dibaca. Selain itu, masih ada beberapa artikel yang tak kalah menarik.

Berikut daftar artikel paling banyak dibaca di kanal Bisnis Liputan6.com, Minggu (1/8/2021): 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

1. Hari Ini Terakhir, Seluruh Gerai Giant Bakal Tutup Permanen Besok

Giant di Margo City Depok akan ditutup mulai Maret 2021.
Perbesar
Giant yang berada di pusat perbelanjaan Margo City Depok saat melakukan penutupan akibat pandemi Covid-19. (Liputan6.com/Dicky Agung Prihanto)

PT Hero Supermarket Tbk. (HERO Group) memastikan seluruh gerai Giant resmi ditutup pada akhir Juli 2021 ini. Artinya, mulai Agustus tidak ada lagi gerai Giant yang beroperasi.

Kepastian tutupnya seluruh gerai Giant tersebut diungkapkan Corporate and Consumer Affairs PT Hero Supermarket, Diky Risbianto.

"Betul, sesuai dengan yang telah kami sampaikan sebelumnya, seluruh Gerai Giant akan berhenti beroperasi pada akhir Juli 2021," kata dia kepada Liputan6.com di Jakarta, Sabtu (31/7/2021).

Baca artikel selengkapnya di sini

Scroll down untuk melanjutkan membaca

2. Penelusuran Dahlan Iskan: Sumbangan Rp 2 Triliun Akidi Tio Cair Senin Depan?

Pengusaha Asal Aceh Sumbang Rp2 Triliun untuk Penanganan Covid-19 di Sumsel
Perbesar
Bantuan dana sebesar Rp2 triliun, disalurkan keluarga mendiang Akidi Tio, melalui dokter keluarga mendiang Akidi Tio, Prof Hardi Darmawan ke Polda Sumsel (Dok.Humas Polda / Nefri Inge)

Dahlan Iskan kembali membahas soal sumbangan pengusaha atas nama Akidi Tio. Berdasarkan penulisannya, sumbangan sebesar Rp 2 triliun untuk penanganan Covid-19 tersebut akan cair pada Senin pekan depan.

Informasi tersebut didapatkannya melalui seorang perempuan yang dekat dengan salah satu anak Akidi Tio, Heryanti. Dahlan mengaku sempat pesimis sumbangan itu akan terealisasi karena tak kunjung cair, tapi informasi dari sumbernya ini memberikan titik cerah.

Sumber ini kepada Dahlan Iskan, mempertanyakan sikap media yang mulai meragukan kebenaran sumbangan tersebut. Ia yakin sumbangan tersebut akan benar-benar diberikan.

Baca artikel selengkapnya di sini

Scroll down untuk melanjutkan membaca

3. Makan di Warteg Wajib Tunjukkan Sertifikat Vaksin Covid-19, Pedagang Meradang

Penerapan Protokol Kesehatan Pencegahan Penyebaran COVID-19
Perbesar
Suasana Warteg Ellya yang menerapkan protokol kesehatan pencegahan penyebaran COVID-19 di Cilandak Timur, Pasar Minggu, Jakarta, Selasa (21/7/2020). Pelayan Warteg Ellya diwajibkan menggunakan pelindung wajah dan sarung tangan saat melayani pengunjung. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Ketua Umum Komunitas Warung Tegal Nusantara (Kowantara), Mukroni, mengkritisi kebijakan pemerintah yang mewajibkan pengunjung salon, restoran hingga warteg menunjukkan sertifikat vaksin Covid-19 selama pelaksanaan PPKM Level 4.

Menurutnya kebijakan ini, sama seperti batasan waktu makan di tempat 20 menit, terasa dipaksakan.

"Teman-teman pedagang juga belum semua divaksin karena keterbatasan vaksin, dan kondisinya juga tidak semua orang bisa divaksin. Kita menganggap pelanggan adalah raja, jadi artinya bahwa pemerintah ini solusinya ini menggampangkan seakan-akan semua bisa disulap, artinya mau langsung," jelas Mukroni saat dihubungi Liputan6.com pada Sabtu (31/7/2021).

Baca artikel selengkapnya di sini

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya