Harga Emas Turun Tertekan Penguatan Dolar AS

Oleh Andina Librianty pada 31 Jul 2021, 06:30 WIB
Diperbarui 31 Jul 2021, 06:30 WIB
Harga Emas Terus Bersinar di Tahun 2020, Penjualan Emas Antam Capai Rp 6,41 T
Perbesar
Untuk memperkuat nilai tambah produk emas, Antam terus melakukan inovasi produk dan penjualan.

Liputan6.com, Jakarta - Harga emas turun pada perdagangan Jumat, dengan dolar yang lebih kuat membatasi reli singkat logam mulia yang didorong oleh jaminan Ketua Bank Sentra Amerika Serikat (AS) atau The Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell bahwa kenaikan suku bunga tidak akan terjadi untuk saat ini.

Dikutip dari CNBC, Sabtu (31/7/2021), harga emas di pasar spot turun 0,8 persen menjadi USD 1.814,00 per ounce. Sedangkan harga emas berjangka AS ditutup turun 1 persen ke USD 1.817,20.

Harga emas mencapai puncaknya dalam dua minggu pada perdagangan Kamis setelah Powell mengatakan pasar kerja AS masih memiliki beberapa alasan untuk ditutup sebelum The Fed akan menarik kembali dukungannya. Itu juga di jalur untuk kenaikan mingguan.

Bob Haberkorn, ahli strategi pasar senior di RJO Futures mengatakan data yang menunjukkan kenaikan inflasi inti pada kecepatan yang sedikit lebih lambat dari perkiraan bulan lalu, ditambah dengan dolar yang lebih kuat, membebani harga emas.

Emas secara tradisional dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi.

"Harga emas masih terlihat kuat pada level ini dan fakta bahwa The Fed tidak benar-benar mengatakan apa pun yang akan mengubah arah pembelian aset atau kenaikan suku bunga menambah kekuatan pasar," kata Haberkorn.

Nilai tukar dolar AS yang telah merosot ke level terendah satu bulan sebelumnya, naik 0,3 persen dan mengurangi daya tarik terhadap emas bagi pemegang mata uang lainnya.

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Prediksi Harga Emas

Harga Emas Antam Naik Jadi Rp 666 Ribu per Gram
Perbesar
Penampakan emas batangan di gerai Butik Emas Antam di Jakarta, Jumat (5/10). Pada perdagangan Kamis 4 Oktober 2018, harga emas Antam berada di posisi Rp 665 ribu per gram. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Managing Partner di CPM Group, Jeffrey Christian memperkirakan harga emas akan menembus di bawah USD 1.770 dan perak di bawah USD 25 selama bulan Agustus.

“Ada banyak investor emas dan perak non-tradisional yang membeli logam setelah lonjakan tahun lalu di bulan Agustus dan harga belum kembali ke level itu, jadi Anda memiliki banyak investor yang mengatakan 'ini tidak terjadi, saya' saya akan memindahkan uang saya ke tempat lain'," kata dia.

Sementara itu, harga perak turun 0,3 persen menjadi USD 25,45 tetapi berada di jalur untuk kenaikan mingguan pertama. Harga Palladium naik 0,5 persen menjadi USD 2.659,19, sementara platinum turun 1,1 persen menjadi USD 1.048,81.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya