Erick Thohir Beri Bukti Kontribusi Maksimal BUMN dalam Penanganan Covid-19

Oleh Liputan6.com pada 30 Jul 2021, 18:14 WIB
Diperbarui 30 Jul 2021, 18:14 WIB
Erick Thohir
Perbesar
Ketua Pelaksana Komite Penanggulangan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Erick Thohir pastikan 1,5 juta tenaga kesehatan disuntik vaksin COVID-19 awal 2021 saat bertemu IDI di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu (3/9/2020). (Dok Tim Komunikasi Komite Penanganan COVID-19)

Liputan6.com, Jakarta Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir memastikan jika BUMN sudah maksimal berkontribusi dalam membantu penanganan selama pandemi Covid-19.

Hal ini tercermin dari beberapa perusahaan plat merah sudah memberikan kontribusi nyata, untuk membantu masyarakat terdampak.

Salah satunya PT Perusahaan Listrik Negara (PLN). Sejak awal pandemi, PLN sudah memberikan stimulus berupa diskon tarif listrik untuk golongan rumah tangga 450 Va - 900 Va dan Industri Bisnis. Diskon tarif listrik ini pun diperpanjang sampai akhir Desember 2021.

"Ya kita harus liat, kemarin PLN bagi support ke listrik gratis, ada juga sekarang sudah perbaikan diskon listrik," kata Menteri Erick dalam acara BUMN Sehat dan Kuat, Demi Akselerasi Kebangkitan Ekonomi, Jumat (30/7/2021).

Selain PLN, Telkomsel juga memberikan peran selama pandemi Covid-19. Perusahaan plat merah tersebut memberikan kouta dan pulsa gratis kepada pelajar, mahasiswa, dan guru. "Kita berikan pulsa gratis dan dukung program Menteri Pendidikan.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Bukti Lain

Menteri Erick Thohir saat mengecek ketersediaan ivermectin di tiga Apotek Kimia Farma di Jakarta
Perbesar
Menteri Erick Thohir saat mengecek ketersediaan ivermectin di tiga Apotek Kimia Farma di Jakarta

Mantan Bos Inter Milan itu menekankan, tidak kalah penting BUMN juga berperan dalam melakukan restrukturisasi secara besar besaran untuk korporasi dan UMKM. Di mana nilainya hampir Rp 470 triliun.

"Ingat roda perputaran ekonomi kita ada dua yang penting selain UMKM jadi tulang punggung dan basis besar dan swasta kita lakukan itu," jelasnya.

Selain itu, BUMN juga diberikan penugasan Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada bank Himbara. Di mana tahun ini nilainya mencapai Rp 253 triliun.

Upaya-upaya ini dilakukan untul memastikan secara bisnis, dunia usaha sebagai ekosistem tetap bisa didukung dengan baik.

"Kita coba tekan pengurangan pegawai, memang ga mudah. Tapi kembali kita sebagai backbone lokomotif dari pada ekonomi dan PSO kita support ini," tandasnya.

Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya