Dahlan Iskan Telusuri Kebenaran Sumbangan Rp 2 Triliun dari Akidi Tio

Oleh Andina Librianty pada 30 Jul 2021, 14:45 WIB
Diperbarui 30 Jul 2021, 14:45 WIB
Senyum Dahlan Iskan Seusai Diperiksa Kasus Korupsi
Perbesar
Senyum mantan Dirut PT PLN, Dahlan Iskan seusai diperiksa Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, Jumat (5/6/2015). Dahlan diperiksa sebagai saksi terkait korupsi proyek pembangunan 21 Gardu Listrik Jawa-Bali-Nusa Tenggara.(Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta - Dahlan Iskan selama beberapa hari terakhir masih membahas soal sumbangan Akidi Tio sebesar Rp 2 triliun. Pada hari ini, Jumat 30 Juli 2021, Dahlan kembali membuat tulisan mengenai Akidio Tio bertajuk Menunggu 2 T.

Dalam tulisannya di disway.id, Dahkan mengatakan menghubungi beberapa pengusaha besar untuk menanyakan apakah mereka "tersinggung" oleh Akidi Tio. Hal ini terutama karena tiba-tiba menyumbang Rp 2 triliun untuk penanganan Covid-19.

Berdasarkan keterangannya, sampai Kamis siang (29/7/2021), uang Rp 2 triliun dari Akidi Tio tersebut belum cair.

"Mungkin masih dicari jalan bagaimana cara masuknya ke rekening Kapolda Sumsel. Tapi sampai Kamis siang kemarin juga belum ada tanda-tanda positif," tulis Dahlan di disway.id pada Jumat (30/7/2021).

Ia mengatakan bahwa ada kabar kemungkinan dana sumbangan dari Akidi Tio tersebut cair pada Kamis pukul 15.00 WIB lewat Bank Mandiri. Namun dia tidak berhasil mengecek kebenarannya. "Maka tetap saja selentingan tadi saya anggap hanya kabar burung," katanya.

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Dijaga Polisi

Senyum Dahlan Iskan Seusai Diperiksa Kasus Korupsi
Perbesar
Mantan Dirut PT PLN Dahlan Iskan memenuhi panggilan penyidik Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, Jumat (5/6/2015). Dahlan diperiksa sebagai saksi terkait korupsi proyek pembangunan 21 Gardu Listrik Jawa-Bali-Nusa Tenggara.(Liputan6.com/Johan Tallo)

Namun menurut laporan seorang wartawan di Palembang, kata Dahlan, rumah salah satu anak Akidi yakni Heryanti, dijaga polisi mulai Kamis sore kemarin.

Terlihat ada mobil polisi berhenti di depan rumah. Wartawan diminta menjauh dari jalan depan rumah Heryanti, dan dilarang memotret.

"Laporan lainnya dana Rp 2 triliun itu masih ada di sebuah bank di Singapura. Uang itu tulis media tersebut hasil tabungan Aki sendiri. Di masa hidupnya, sejak dolar masih 4 ribu per dolar AS," jelas Dahlan.

"Itu berarti sejak jauh sebelum krisis moneter tahun 1988. Masuk akal saja. Banyak orang Indonesia yang punya tabungan dolar di Singapura. Lalu menjadi lebih kaya raya setelah krismon. Ketika dolar menjadi 15 ribu per dolar," sambungnya.

 

 

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Tabungan di Singapura

Pengusaha Asal Aceh Sumbang Rp2 Triliun untuk Penanganan Covid-19 di Sumsel
Perbesar
Bantuan dana sebesar Rp2 triliun, disalurkan keluarga mendiang Akidi Tio, melalui dokter keluarga mendiang Akidi Tio, Prof Hardi Darmawan ke Polda Sumsel (Dok.Humas Polda / Nefri Inge)

Maka kalau uang Rp 2 triliun itu benar ada di bank di Singapura, berarti nilainya sekitar SGD 200 juta. Belum jelas apakah bentuknya tabungan, rekening, atau deposito.

Ia pun memuji anak-anak Akidi Tio yang tidak mencairkan uang tersebut. "Saya sampai menduga-duga: apakah Aki meninggalkan surat wasiat-yang juga disimpan di bank itu? Sehingga bank tidak bisa mencairkannya selain sesuai dengan wasiat itu? Adakah wasiatnya berbunyi: ahli waris tidak berhak mencairkannya-kecuali sepenuhnya untuk bantuan sosial?," tulisnya.

Menurut Dahlan, berdasarkan informasi yang didapatkan dari seorang keluarga dokter kepada sumbernya, tabungan Akidi Tio itu melebihi Rp 2 triliun atau tepatnya Rp 16 triliun.

Kendati demikian, Dahlan menyangsikan kebenaran jumlah tabungan tersebut.

"Mengapa saya tidak percaya? Karena angka Rp 16 triliun disebut-sebut terkait dengan tagih-menagih utang. Sang anak ditagih. Yang menagih seorang dokter. Nilai tagihan Rp 3 miliar. Yang ditagih minta mundur terus. Sambil mengatakan ada uang di Singapura Rp 16 triliun," jelasnya.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Gaya Lama

Menurut keterangannya, si peminjam berani memberikan pinjaman sampai Rp 3 miliar karena pernah menemani anaknya ke Singapura untuk mengurus uang tersebut.

"Agar urusan menarik warisan sang ayah bisa segera terwujud. Si anak berjuang tidak mengenal lelah untuk mengurus warisan itu. Bertahun-tahun dengan biaya yang besar," tulisnya.

Terlepas dari hal itu, kata Dahlan, Akidi adalah orang kaya lama dengan gaya lama pula yakni tidak mau menunjukkan kekayaannya. Memiliki banyak usaha, tentu juga bekerja sama dengan banyak mitra luar negeri.

"Hari-hari esok adalah hari penuh harapan: uang Rp 2 triliun tersebut siapa tahu benar-benar datang," tutup Dahlan Iskan.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya