Dua Wanita Terkaya Dunia Sumbang Rp 577,6 Miliar Buat Kesetaraan Gender

Oleh Liputan6.com pada 30 Jul 2021, 13:36 WIB
Diperbarui 30 Jul 2021, 13:59 WIB
Melinda Gates dan MacKenzie Scott
Perbesar
Miliarder Melinda Gates dan MacKenzie Scott.

Liputan6.com, Jakarta Dua wanita terkaya dunia, Melinda Gates dan MacKenzie Scott, mendonasikan uang Rp 577,6 miliar untuk mendukung kesetaraan gender wanita di Amerika. Mengingat, permasalahan tersebut masih sering diisukan di negara tersebut. 

Tak hanya itu, mantan istri miliarder Bill Gates dan Jeff Bezos ini saling bekerja sama untuk memajukan kekuatan dan pengaruh perempuan AS selama dekade ke depan. Nantinya, donasi tersebut akan diberikan kepada pemenang “Equality Can’t Wait Challenge”. 

Kompetensi ini diselenggarakan perusahaan investasi Melinda, yaitu Pivotal Ventures, dengan tambahan dukungan dana dari Jeff Bezos, Bill Gates, dan Charles and Lynn Schusterman Family Philanthropies (global organisasi yang berfokus pada filantropis).

Tantangan pertama ini ingin mengacu pada kesetaraan gender, khususnya perempuan di AS agar perempuan dapat berkesempatan berinvestasi dan memberdayakan para pemimpin perempuan.

“Kita ingin mematahkan pola sejarah dan memajukan gender, tetapi harus juga berkomitmen untuk mengangkat perempuan dan anak-anak perempuan,” ujar Melinda mengutip dari CNBC, Jumat (29/7/2021).

Pemenang sudah ditentukan dan menemukan 4 dari 550 pelamar berhasil lolos. Kemenangan tersebut diberikan karena keempat wanita tersebut dapat mengusulkan berbagai cara kreatif untuk memberdayakan dan meningkatkan kehidupan perempuan.

Program yang sedang direncanakan seperti membangun infrastruktur untuk pengasuhan anak dan lainnya, pelatihan karier untuk perempuan, membantu perempuan-perempuan muda yang ingin menempuh pendidikan tinggi, hingga menciptakan pebisnis wanita yang berdampak dari suku asli AS.

 

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Inovasi Saat Pandemi

Bill Gates dan Melinda pada 2019. (AP Photo/Elaine Thompson, File)
Perbesar
Bill Gates dan Melinda pada 2019. (AP Photo/Elaine Thompson, File)

Menurut para ahli, banyak masalah penting sejak pandemi COVID-19 terutama perempuan karena setiap tahunnya kesetaraan gender yang terjadi mulai turun. Oleh karena itu tiap proyek akan dianugerahi 10 juta dolar AS yang mengacu pada kesetaraan gender dalam pengasuhan, teknologi, pendidikan tinggi, dan komunitas minoritas.

Kemudian, ada tambahan lagi sebesar 8 juta dolar AS kepada dua pemenang yang mengerjakan proyek kekerasan dalam rumah tangga dan melatih perempuan muda untuk dapat terjun ke dunia politik.

“Setiap penerima penghargaan adalah tim-tim yang kuat dan bekerja di garis depan. Untuk komunitas minoritas, hal tersebut dapat membantu wanita membantu kekuatan dalam hidup dan karier mereka,” tambah Scott.

Melihat respons yang antusias dari setiap tim dan organisasi yang terlibat, Melinda mengharapkan program ini dapat menjadi sebuah transformasi yang baru untuk mempercepat kemajuan bagi kaum perempuan.

Beragamnya sudut pandang dari setiap pemenang kontes dapat menggambarkan tujuan dari terbentuknya “Equality Can’t Wait Challenge”, yang secara khusus ingin menciptakan perubahan nyata dan terukur, setidaknya pada satu salah satu bidang yang direncanakan.

 

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Raih Peluang Untuk Perubahan

Melansir dari Forbes, dua dari ide pemenang menunjukkan adanya kolaborasi antara kelompok advokasi dan aksi dari suatu kelompok yang sudah mapan.

Misalnya, Koalisi Penguatan Infrastruktur Perawatan, Aliansi Pekerja Rumah Tangga Nasional, Pusat Hukum Wanita Nasional, Dana Pendidikan MomsRising dan berbagai organisasi lainnya.

Melalui gagasan-gagasan dan visi yang ingin dicapai bersama dinilai memberikan peluang yang baik untuk mengurangi hingga permasalahan isu gender yang ada di AS. Setiap organisasi atau tim yang mendaftar sudah menunjukkan kemajuan dan aksi yang mengarah positif.

Nyatanya, pemilihan penerimaan penghargaan dari “Equality Can’t Wait Challenge” sudah resmi berakhir. Namun, upaya untuk menuju kesetaraan yang diinginkan masih belum tercapai. 

Oleh karena itu, tantangan baru yang harus dilakukan adalah membuat situs web yang baru agar menarik perhatian investor, sponsor, dan pihak pendukung lainnya supaya proyek ini dapat dijalankan.

“Langkah selanjutnya adalah memastikan bahwa ide-ide tersebut mendapat dukungan yang dibutuhkan dan tujuan yang direncanakan dapat terwujud,” tambah Melinda. 

Reporter: Caroline Saskia Tanoto

 

 

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Ini

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya