Rupiah Menguat Didorong Aliran Masuk Modal Asing

Oleh Liputan6.com pada 30 Jul 2021, 10:40 WIB
Diperbarui 30 Jul 2021, 10:51 WIB
FOTO: Akhir Tahun, Nilai Tukar Rupiah Ditutup Menguat
Perbesar
Karyawan menunjukkan uang dolar AS dan rupiah di Jakarta, Rabu (30/12/2020). Nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup menguat 80 poin atau 0,57 persen ke level Rp 14.050 per dolar AS. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak menguat seiring tingginya minat investor asing terhadap obligasi dan saham domestik. Terjadi aliran masuk modal asing ke Indonesia. 

Nilai tukar rupiah pada 9.59 WIB menguat 29 poin atau 0,2 persen ke posisi 14.454 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya 14.483 per dolar AS.

Pengamat Pasar Uang Ariston Tjendra menjelaskan, harga obligasi Pemerintah Indonesia tenor 10 tahun mengalami kenaikan pada Jumat pagi. Hal ini menandakan minat pelaku pasar meninggi dan mungkin aliran dana masuk meninggi. IHSG pagi ini juga bergerak positif.

"The Fed juga masih menjadi pemicu pelemahan dolar AS. Selain itu, semalam data pertumbuhan GDP AS kuartal kedua dirilis di bawah ekspektasi pasar sehingga ini juga memicu pelemahan dolar AS semalam," jelas dia. 

Ekonomi AS tumbuh 6,5 persen pada kuartal II 2021, di bawah estimasi pasar 8,4 persen namun lebih tinggi dibandingkan kuartal sebelumnya 6,3 persen.

Meski demikian, sentimen terhadap aset risiko terlihat tertekan pagi ini dengan penurunan indeks saham Asia dan indeks saham AS berjangka. Nilai tukar emerging market pun terlihat melemah terhadap dolar AS.

Menurut Ariston, faktor tersebut berpotensi mendorong pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hari ini.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Dampak Covid-19

Rupiah Menguat di Level Rp14.264 per Dolar AS
Perbesar
Pekerja menunjukan mata uang Rupiah dan Dolar AS di Jakarta, Rabu (19/6/2019). Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sore ini Rabu (19/6) ditutup menguat sebesar Rp 14.269 per dolar AS atau menguat 56,0 poin (0,39 persen) dari penutupan sebelumnya. (Liputan6.com/Angga Yuniar )

"Pasar kemungkinan masih mengkhawatirkan kenaikan kasus COVID-19 di dunia, termasuk di Indonesia yang bisa menghambat laju pertumbuhan ekonomi," ujar Ariston.

Di Indonesia, kasus baru COVID-19 di Tanah Air masih relatif tinggi di mana terjadi penambahan 43.479 kasus baru COVID-19 pada Kamis (29/7) sehingga total jumlah kasus terkonfirmasi positif COVID-19 mencapai 3,33 juta kasus.

Jumlah kasus meninggal akibat terpapar COVID-19 pun masih tinggi yaitu bertambah 1.893 kasus sehingga totalnya mencapai 90.552 kasus.

Meski demikian, sebanyak 2,68 juta orang telah dinyatakan sembuh sehingga total kasus aktif COVID-19 sehingga total kasus aktif mencapai 554.484 kasus.

Ariston mengatakan rupiah hari ini berpotensi melemah ke area 14.510 per dolar AS dengan potensi penguatan ke area 14.460 per dolar AS.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya