Mendag: Perdagangan Indonesia dengan Inggris Masih Terbatas

Oleh Liputan6.com pada 29 Jul 2021, 18:37 WIB
Diperbarui 29 Jul 2021, 18:37 WIB
Menteri Perdagangan (Mendag) Gita Wirjawan. Dok Kemendag
Perbesar
Menteri Perdagangan (Mendag) Gita Wirjawan. Dok Kemendag

Liputan6.com, Jakarta Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi mengatakan Inggris raya masih menempati peringkat ke-22 sebagai negara tujuan ekspor dari Indonesia.

Sedangkan sebagai negara impor bagi Indonesia berada di peringkat ke-20. Meski begitu hubungan bilateral kedua negara masih menghasilkan surplus neraca perdagangan sebesar USD 327 juta dolar.

"Total perdagangan bilateral Indonesia-Inggris mencapai USD 2,22 miliar dengan surplus perdagangan bagi Indonesia sebesar USD 327 juta," kata Luthfi dalam UK SME's Business Summit 2021, Jakarta, Kamis (29/7/2021).

Luthfi menyebut total nilai ekspor Indonesia ke Inggri tahun 2020 mencapai USD 1,28 miliar. Adapun produk-produk unggulan yang dijual ke Inggri Raya antara lain kategori food ware, produk kayu, furniture dan CPO.

Capaian ini menurutnya masih dibilang rendah. Sebab Indonesia sudah tergabung dalam negara G20 tapi masih belum bisa meningkatkan kerja sama perdagangan. Dibandingkan dengan negara-negara Asia Tenggara, Indonesia menempati peringkat kelima.

"Perdagangan Indonesia-Inggris masih lebih rendah dibandingkan dengan negara lain. Di ASEAN saja, Indonesia peringkat ke 5 setelah Singapura, Vietnam, Thailand dan Malaysia," kata Mendag.

 

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Bisa Ditingkatkan

FOTO: Ekspor Impor Indonesia Merosot Akibat Pandemi COVID-19
Perbesar
Aktivitas bongkar muat kontainer di dermaga ekspor impor Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (5/8/2020). Menurut BPS, pandemi COVID-19 mengkibatkan ekspor barang dan jasa kuartal II/2020 kontraksi 11,66 persen secara yoy dibandingkan kuartal II/2019 sebesar -1,73. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Untuk itu dia ingin nilai perdagangan Indonesia-Inggris bisa lebih ditingkatkan. Salah satu upaya yang dilakukan antara lain dengan melakukan kerja sama dengan Inggris membentuk Joint Economic Trade Committee (JETCO).

"JETCO juga akan membuka perdagangan yang lebih intensif antar negara ke depan," kata dia.

Adanya kerjasama ini diharapkan bisa meningkatkan hubungan perdagangan Indonesia-Inggris di masa depan. Baik untuk ekspor produk Indonesia ke Inggris maupun Investasi Inggris di Indonesia.

"Kerja sama ini diharapkan bisa membuka akses pasar barang Indonesia ke Inggris dan Investasi Inggris di Indonesia," kata dia.

Reporter: Anisyah Al Faqir

Sumber: Merdeka.com

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya