Produk Desa Sejahtera Astra Tembus Pasar Mancanegara, Wamendag Bangga

Oleh Liputan6.com pada 28 Jul 2021, 20:22 WIB
Diperbarui 28 Jul 2021, 20:23 WIB
Wakil Menteri Perdagangan, Jerry Sambuaga. (Foto: Biro Humas Kemendag)
Perbesar
Wakil Menteri Perdagangan, Jerry Sambuaga. (Foto: Biro Humas Kemendag)

Liputan6.com, Jakarta Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Jerry Sambuaga menegaskan, Kementerian Perdagangan terus mendukung program Desa Sejahtera Astra (DSA) untuk mambangkitkan ekspor Indonesia.

Keberhasilan terlihat dari sejumlah UMKM di 194 DSA berhasil berinovasi. Sehingga sekitar 74 produk lokalnya telah menembus pasar ekspor dan dipasarkan ke mancanegara.

Sejumlah produk yang berhasil diekspor dari DSA, terdiri dari beras organik, kopi, pupuk organik hingga essential oil. Dalam peluncuran ekpor perdana ragam pertanian dan perkebunan yang dihasilkan DSA juga berhasil menembus hingga pasar Amerika Selatan, Eropa, Asia hingga Timur Tengah.

Menurut Jerry, keberhasilan ini sekaligus menunjukkan bahwa program DSA berhasil meningkatkan kapasitas UMKM menjadi berdaya saing global. Bahkan ekspor produk pertanian dilakukan UMKM di bawah binaan Astra tercatat sebagai salah satu ekspor tertinggi di Juni 2021. Dengan tingkat pertumbuhan 33,04 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya

"Hasil ini menunjukkan bagaimana program desa sejahtera astra telah berhasil meningkatkan kapasitas UMKM berdaya saing global," kata Jerry dalam Festival Kewirausahaan Astra ke-5 2021 secara virtual, Rabu (28/7/2021).

Dalam acara tersebut juga dilakukan penandatanganan kerjasama ekspor antara Astra danKementerian Perdagangan RI. Terutama terkait komitmen dalam menyukseskan desa siap ekspor.

Dalam upaya memperluas jaringannya, Astra juga menambah 175 DSA dan 17 Kampung Berseri Astra (KBA) di lokasi binaan baru. Sehingga secara keseluruhan bertambah menjadi 930 DSA dan 133 KBA yang tersebar di 142 Kabupaten dan 34 Provinsi.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Neraca Dagang Surplus

FOTO: Ekspor Impor Indonesia Merosot Akibat Pandemi COVID-19
Perbesar
Aktivitas bongkar muat kontainer di dermaga ekspor impor Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (5/8/2020). Menurut BPS, pandemi COVID-19 mengkibatkan ekspor barang dan jasa kuartal II/2020 kontraksi 11,66 persen secara yoy dibandingkan kuartal II/2019 sebesar -1,73. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Jerry mengaku bangga bahwa per juni 2021, neraca perdagangan Indonesia surplus di atas USD 11,86 miliar. Tentu ini menjadi capaian yang harus disyukuri bersama bahwa pemerintah mampu mencetak angka neraca perdaganngan yang surplus di tengah pandemi Covid-19.

"Surplus ini menjadi rekor tertinggi selama 10 tahun terakhir. Ini tentu memberi pesan optimis kepada pelaku usaha khususnya kepada UMKM. Diharapkan semakin mempopulerkan ekspor kita di tingkat global," ucap dia.

Jerry juga menegaskan bahwa pemerintah selalu memberikan atensi khusus kepada tiap produk 'Bangga Buatan Indonesia'. Keberpihakan pemerintah kepada UMKM sekaligus memberikan harapan banyak produk asli dalam negeri mampu menjadi produk ekspor yang masif.

"Sesuai arahan Presiden Jokowi yang ingin mendiversifikasikan produk-produk ekspor kita di mancanegara dalam segala macam yang bisa diolah untuk bisa meningkatkan nilai tambah produk ekspor kita," kata Jerry mengungkapkan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya