4 Negara Ini Beri Hadiah Menggiurkan ke Atlet Pemenang Olimpiade Tokyo 2021, Mana Saja?

Oleh Liputan6.com pada 28 Jul 2021, 21:00 WIB
Diperbarui 02 Agu 2021, 13:35 WIB
Lifter Indonesia, Eko Yuli Irawan meraih medali perak di Olimpiade Tokyo cabor angkat besi.
Perbesar
Lifter Indonesia, Eko Yuli Irawan meraih medali perak di Olimpiade Tokyo cabor angkat besi. (AFP/Vincenzo PINTO).

Liputan6.com, Jakarta Olimpiade Tokyo 2020 atau 2021 masih berlangsung. Tentu menjadi kebanggaan bagi para atlet yang bisa meraih juara pada ajang bergengsi ini.

Tak heran, ternyata banyak negara yang mengimingi atletnya hadiah menggiurkan bila mereka dapat menggondol medali pada ajang Olimpiade

Hadiah tersebut berupa uang tunai hingga properti yang besarannya tergantung pada jenis medali yang dimenangkan atlet tersebut. Mulai dari medali emas, perak hingga perunggu.

Melansir dari berbagai sumber, Rabu (28/7/2021), berikut adalah hadiah yang diberikan Indonesia, India, Filipina, dan Hong Kong kepada atlet pemenang Olimpiade Tokyo.

1. Indonesia

Pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) akan memberikan uang tunai sebesar Rp 5 miliar kepada para atlet yang berhasil meraih medali emas di Olimpiade Tokyo 2020.

"Ukurannya meraih prestasi itu tak mudah. Perunggu atau perak saja sulit, apalagi emas. Jadi, bonusnya tak akan lepas dari nilai Rp 5 miliar itu, bahkan biasanya diberikan sebelum keringat atlet kering, enggak menunggu lama-lama," kata Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Chandra Bhakti dikutip dari situ resmi Kemenpora.

Lalu, atlet yang berhasil meraih medali perak akan diberikan uang tunai sebesar Rp 2 miliar dan medali perunggu sebesar Rp 1 miliar.

Selain itu, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Zainudin Amali juga mengungkapkan bahwa Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Johnny G. Plate akan memberikan bonus bagi para atlet peraih medali di Olimpiade Tokyo 2020.

 

Saksikan Video Ini

Scroll down untuk melanjutkan membaca

2. India

Windy Cantika
Perbesar
(Dari kiri) Peraih medali perak Chanu Saikhom Mirabai (India), peraih medali emas Hou Zhihui (China) dan peraih medali perunggu Windy Cantika Aisah dari Indonesia seusai bertanding pada Olimpiade Tokyo 2020 cabang angkat besi nomor kelas 49 kg di Tokyo, Sabtu (24/7/2021). (Vincenzo PINTO/AFP)

Melansir dari Firstpost, Indian Olympic Association (IOA) mengumumkan bahwa mereka akan memberikan uang tunai hingga INR 7,5 juta (Rp 1,4 miliar ) kepada atlet India peraih medali emas di Olimpiade Tokyo.

Sementara itu, IOA akan memberikan INR 4 juta (Rp 779 juta) untuk peraih medali perak dan INR 2,5 juta (Rp 486 juta) untuk peraih medali perunggu.

Selanjutnya, sejumlah kelompok penasihat merekomendasikan pemberian uang saku sebesar USD 50 (Rp 724 ribu) per hari untuk atlet India selama berada di Tokyo.

Tidak berhenti sampai di sana saja. Uang akan diberikan kepada anggota asosiasi olimpiade sebesar INR 1,5 juta (Rp 292 juta) sebagai kontribusi IOA untuk mengembangkan infrastruktur olahraga di negara bagian dan mendorong lahirnya atlet-atlet di masa mendatang.

Selain para atlet, IOC mengapresiasi pelatih yang berhasil membawa atletnya memenangkan medali pada Olimpiade Tokyo.

Pelatih Mirabai Chanu, Vijay Sharma mendapatkan INR 1 juta (Rp 194 juta) setelah atlet didikannya berhasil memenangkan medali perak pada cabang olahraga angkat besi.

"Kami juga harus memberi penghargaan kepada para pelatih karena menghasilkan pemenang medali pada olimpiade. Mereka yang membimbing para atlet setiap harinya. Mereka juga bekerja keras dan berkorban, sama seperti para atlet," ujar Sekretaris Jenderal IOA, Rajeev Mehta.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

3. Filipina

Foto: Setelah Menunggu 97 Tahun, Filipina Raih Medali Emas Pertama Lewat Hidilyn Diaz di Cabang Angkat Besi Putri Olimpiade Tokyo 2020
Perbesar
Bagi Hidilyn Diaz, atlet angkat besi putri Filipina berusia 30 tahun, Olimpiade Tokyo 2020 ini adalah Olimpiade keempat sepanjang kariernya. (Foto: AP/Luca Bruno)

Melansir dari CBS News, Hidilyn Diaz memenangkan medali emas pertama bagi Filipina di Olimpiade Tokyo dalam olahraga angkat besi.

Diaz menerima uang tunai sebesar USD 660.000 (Rp 9,5 miliar) dan tawaran dua rumah setelah mencetak sejarah selama 97 tahun terakhir untuk memenangkan olimpiade bagi negara tersebut.

Diaz juga akan diberikan sebuah kondominium Eastwood City di Kota Quezon oleh Megaworld, sebuah perusahaan properti milik Dr. Andrew L. Tan.

Selain Megaworld, perusahaan properti terkemuka lainnya juga akan memberikan Diaz satu unit kondominium di Manila.

Sejumlah pejabat dan perusahaan di Filipina menjanjikan uang tunai dan hadiah kepada atlet yang membawa pulang emas di Olimpiade Tokyo. Diketahui Filipina hanya mengirimkan 19 atletnya untuk bersaing dalam 11 cabang olahraga.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

4. Hong Kong

Pebulutangkis asal Hong Kong, Ng Ka Long Angus.
Perbesar
Pebulutangkis asal Hong Kong, Ng Ka Long Angus, ternyata memiliki darah Indonesia dari sang nenek. (AFP/Wang Zhao)

Melansir dari The Standard, atlet Hong Kong peraih medali emas di Olimpiade Tokyo akan mendapatkan uang tunai sebesar HKD 5 juta (Rp 9,3 miliar). Selanjutnya, atlet peraih medali perak akan mendapatkan sebesar HKD 2,5 juta (Rp 4,6 miliar). Jumlah tersebut naik dari HKD 1,5 juta (Rp 2,7 miliar) pada 2016.

Terakhir, atlet yang meraih medali emas perunggu akan mendapatkan sebesar HKD 1,25 juta (Rp 2,3 miliar) dari yang semula sebesar HKD 750 ribu (Rp 1,3 miliar).

Peraih medali emas dalam tim yang terdiri dari dua atlet atau lebih akan mendapatkan uang tunai sebesar HKD 10 juta (Rp 18 miliar), peraih medali perak sebesar HKD 5 juta (Rp 9,3 miliar), dan peraih medali perunggu sebesar HKD 2,5 juta (Rp 4,6 miliar).

"Pemerintah terus-menerus mencurahkan sejumlah besar sumber daya untuk pengembangan olahraga lokal," papar Kepala Eksekutif Hong Kong, Carrie Lam Cheng Yuet-ngor pada upacara penyerahan bendera di Gedung Pemerintah.

Hong Kong memiliki 46 atlet perwakilan pada Olimpiade Tokyo 2020 dan akan bertanding dalam 38 cabang olahraga.  

Reporter: Shania

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya