Rupiah Tertekan Usai Pasien Covid-19 Meninggal Cetak Rekor

Oleh Andina Librianty pada 28 Jul 2021, 11:34 WIB
Diperbarui 28 Jul 2021, 11:38 WIB
FOTO: Akhir Tahun, Nilai Tukar Rupiah Ditutup Menguat
Perbesar
Karyawan menunjukkan uang dolar AS dan rupiah di Jakarta, Rabu (30/12/2020). Nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup menguat 80 poin atau 0,57 persen ke level Rp 14.050 per dolar AS. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak melemah pada perdagangan Rabu ini. Pelemahan ini terjadi jelang rapat bank sentral AS atau The Federal Reserve (the Fed).

Nilai tukar rupiah pada pukul 11.24 WIB, bergerak melemah jika dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya. Rupiah hari ini dibuka di angka 14.495 per dolar AS. Sementara penutupan kemarin di angka 14.492 per dolar AS.

Menjelang siang, rupiah terus melemah ke level 14.497 per dolar AS.

"Secara umum, rupiah bergerak konsolidatif dalam kisaran sempit sejak awal pekan ini karena pasar mengantisipasi hasil rapat kebijakan moneter bank sentral AS yang akan dirilis dini hari nanti," kata pengamat pasar uang Ariston Tjendra di Jakarta seperti dikutip dari Antara, Rabu (28/7/2021).

Menurut Ariston, indikasi kebijakan tapering bisa mendorong penguatan dolar AS ke depan, tapi sebaliknya penegasan mempertahankan pelonggaran moneter bisa mendorong pelemahan dolar AS.

Hari ini, lanjutnya, konsolidasi masih mungkin terjadi. Nilai tukar rupiah mungkin menguat mengikuti penguatan nilai tukar negara berkembang lainnya terhadap dolar AS pagi ini.

"Tapi penguatan mungkin tidak jauh karena faktor bank sentral AS tersebut dan tekanan dari kenaikan kasus COVID-19 di Indonesia yang masih tinggi," ujar Ariston.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Kasus Covid-19 di Indonesia

IHSG Berakhir Bertahan di Zona Hijau
Perbesar
Tumpukan uang kertas pecahan rupiah di ruang penyimpanan uang "cash center" BNI, Kamis (6/7). Tren negatif mata uang Garuda berbanding terbalik dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang mulai bangkit ke zona hijau. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Di Indonesia, kasus baru COVID-19 kembali meningkat setelah sehari sebelumnya menurun di mana terjadi penambahan 45.203 kasus baru COVID-19 pada Selasa (27/7) sehingga total jumlah kasus terkonfirmasi positif COVID-19 mencapai 3,24 juta kasus.

Jumlah kasus meninggal akibat terpapar COVID-19 pun bertambah 2.069 kasus, tertinggi selama pandemi, sehingga totalnya mencapai 86.835 kasus.

Meski demikian, sebanyak 2,59 juta orang telah dinyatakan sembuh sehingga total kasus aktif COVID-19 sehingga total kasus aktif mencapai 556.281 kasus.

Ariston mengatakan rupiah hari ini berpotensi menguat ke area Rp14.450 per dolar AS dengan potensi pelemahan ke area Rp14.510 per dolar AS.

Pada Selasa (27/7) lalu, rupiah ditutup melemah 10 poin atau 0,07 persen ke posisi Rp14.493 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.483 per dolar AS.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya