Miliarder Raja Saus Tiram Lee Kum Kee Meninggal Dunia, Ini Perjalanan Hidupnya

Oleh Liputan6.com pada 28 Jul 2021, 12:00 WIB
Diperbarui 28 Jul 2021, 14:26 WIB
Miliarder Lee Man Tat. https://corporate.lkk.com/
Perbesar
Miliarder Lee Man Tat. https://corporate.lkk.com/

Liputan6.com, Jakarta Kabar duka datang dari dunia bisnis. Miliarder Lee Man Tat meninggal dunia di usia 91 tahun. Selama ini dia dikenal sebagai Raja Saus Tiram (King of Oyster Sauce) atas perannya sebagai pimpinan perusahaan pangan di Hong Kong, Lee Kum Kee.

Melansir dari South China Morning Post, Rabu (28/7/2021), perusahaan menyatakan bahwa Lee Man Tat meninggal pada Senin kemarin dan ditemani anggota keluarganya.

“Mr Lee adalah pemimpin yang menginspirasi dengan visi unik dan memiliki pandangan untuk masa depan. Dia terus-menerus membawa pandangannya dalam perusahaan hingga berhasil mengubah Lee Kum Kee menjadi merek saus dan bumbu terkenal di dunia,” demikian mengutip penjelasan perusahaan.

Bloomberg Billionaires Index mencatat Lee memiliki kekayaan sebesar USD 17,6 miliar (Rp 255 triliun) dan pernah membawanya menjadi orang terkaya ketiga di Hong Kong versi Forbes pada 2019.

Keluarga Lee juga memiliki properti di sejumlah negara, seperti London, Hong Kong, dan China.

Saksikan Video Ini

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Mengenal Perusahaan Lee Kum Kee

Lee Kum Kee
Perbesar
Acara Lee Kum Kee di FHI 2019 JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat. foto: dok. Cognito Communications Counsellors

Lee bergabung bersama Lee Kum Kee pada 1954 untuk membantu ayahnya, Lee Shiu Nan, dalam menjalankan bisnis keluarga.

Perusahaan tersebut adalah rintisan kakeknya, Lee Kum Sheung, pada 1888 yang mengembangkan saus tiram khasnya di Kota Zhuhai.

Saus tiram Lee Kum Kee adalah produk yang mendorong pertumbuhan perusahaan, sehingga menjadikannya sebagai salah satu merek paling terkenal di Hong Kong.

Perusahaan juga melebarkan sayapnya di bidang produksi kesehatan, investasi properti, perkebunan, dan perdagangan.

Lee adalah generasi ketiga dari keluarga yang menjalankan bisnis. Pepatah China mengatakan bahwa kekayaan tidak akan dimiliki oleh generasi ketiga.

Meskipun demikian, Lee mengambil alih perusahaan pada awal 1970 dan merencanakan untuk melakukan ekspansi ke pasar Amerika Serikat.

Pada pertengahan 1980, Lee ingin mengembangkan produk perusahaan, tetapi ditentang oleh saudara laki-lakinya. Akhirnya, ia membeli saham milik saudaranya di perusahaan untuk melanjutkan rencananya.

Saat ini, anak dan cucunya telah bergabung dengan perusahaan, bekerja dengan gaya yang lebih demokratis. Hal tersebut tampaknya memberikan hasil yang baik bagi perusahaan.

Menurut laman resminya, perusahaan tersebut sudah menjual lebih dari 200 saus dan bumbu di lebih dari 100 negara.

Reporter: Shania

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya