Belanja Online Meroket, Bagaimana Prospek Bisnis Mal?

Oleh Maulandy Rizki Bayu Kencana pada 27 Jul 2021, 18:15 WIB
Diperbarui 27 Jul 2021, 18:15 WIB
PPKM Darurat, Mal di Jakarta Akan Ditutup
Perbesar
Pengunjung turun menggunakan eskalator di Lippo Mall Kemang, Jakarta, Jumat (2/7/2021). Menjelang PPKM Darurat Jawa-Bali yang berlaku mulai tanggal 3 - 20 Juli 2021, pusat perbelanjaan akan menutup operasional gedung. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), Alphonzus Widjaja, yakin jika pengusaha atau pengelola mal masih punya prospek bisnis cerah di masa depan pasca pandemi Covid-19 usai.

Alphon tak sepakat dengan anggapan bisnis online akan mematikan pengusaha mal. Sebab secara hakikat keduanya punya perbedaan mendasar, dimana mal bisa menawarkan interaksi fisik langsung yang tak bisa difasilitasi online.

"Selain marketnya juga, tapi secara fundamental pusat perbelanjaan tetap akan diminati oleh para pengunjung. Karena manusia sebagai konsumennya itu adalah makhluk sosial, punya naluri untuk berinteraksi secara langsung dengan sesamanya," ungkapnya dalam sesi webinar, Selasa (27/7/2021).

Kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM saat ini dinilainya telah memaksa manusia untuk menekan instingnya sebagai makhluk sosial. Alhasil online jadi satu-satunya wadah untuk bisa berinteraksi satu sama lain di tempat terpisah.

"Ini enggak bener sebetulnya buat kehidupan manusia. Jadi manusia membutuhkan interaksi secara langsung, dimana di pusat perbelanjaan salah satunya," ujar Alphon.

 

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Harus Bersabar

PPKM Darurat, Mal di Jakarta Akan Ditutup
Perbesar
Pengunjung turun menggunakan eskalator di Lippo Mall Kemang, Jakarta, Jumat (2/7/2021). Penutupan operasional gedung pusat perbelanjaan sebagai langkah pembatasan kegiatan masyarakat dalam upaya Pemerintah menekan angka penyebaran Covid-19. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Oleh karenanya, ia berpandangan jika bisnis mal ke depannya masih memiliki prospek yang jelas. Hanya saja, Alphon meminta seluruh pengusaha mal untuk bersabar di tengah pengetatan sosial saat ini. Sehingga pengusaha mal nanti bisa bertahan sampai kondisi sudah benar-benar pulih.

"Jadi menurut saya pusat perbelanjaan masih tetep akan diperlukan. Mau ketemu sama pacar, ketemu sama kolega, sama temen bisnis dimana? Ya pasti di pusat perbelanjaan. Enggak mungkin di rumah sakit ketemunya," tuturnya.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Infografis 13 Mal di Jakarta Fasilitasi Vaksinasi Covid-19 per Juni 2021

Infografis 13 Mal di Jakarta Fasilitasi Vaksinasi Covid-19 per Juni 2021. (Liputan6.com/Abdillah)
Perbesar
Infografis 13 Mal di Jakarta Fasilitasi Vaksinasi Covid-19 per Juni 2021. (Liputan6.com/Abdillah)
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya