Ternyata, BI Punya Tujuan Khusus Getol Bangun Keuangan Syariah

Oleh Liputan6.com pada 27 Jul 2021, 13:20 WIB
Diperbarui 27 Jul 2021, 13:20 WIB
Tukar Uang Rusak di Bank Indonesia Gratis, Ini Syaratnya
Perbesar
Karyawan menghitung uang kertas rupiah yang rusak di tempat penukaran uang rusak di Gedung Bank Indonessia, Jakarta (4/4). Selain itu BI juga meminta masyarakat agar menukarkan uang yang sudah tidak layar edar. (Merdeka.com/Arie Basuki)

Liputan6.com, Jakarta Bank Indonesia (BI) memiliki tujuan khusus untuk mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah. Caranya dengan menciptakan kualitas produk lokal berkualitas tinggi.

Strategi ini diharapkan bisa memberikan kontribusi dalam perekonomian nasional, khususnya pada neraca perdagangan Indonesia.

"Kami punya tujuan khusus dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah," kata Deputi Gubernur Bank Indonesia, Doni Primanto Joewono dalam sambutannya di acara Festival Ekonomi Syariah Kawasan Timur Indonesia, Jakarta, Selasa (27/7).

Pengembangan produk unggulan Indonesia akan ditujukan untuk meningkatkan ekspor dan pertumbuhan inklusif. Meski begitu, Doni mengakui pandemi Covid-19 sangat mengganggu suplai chain dan memberikan tantangan bagi produktivitas nasional.

Dalam pengembangan produk unggulan ini tidak cukup hanya dengan menciptakan produk berkualitas. Melainkan membutuhkan kesiapan dari sektor lain, misalnya pengangkutan logistik, transportasi hingga informasi tentang pasar produk.

"Artinya bukan hanya produk dan pelaku usaha tapi harus end to end dari pengemasan distribusi sampai pemasaran," kata dia.

Begitu juga dari sisi pembiayaan melalui komersial syariah atau keuangan sosial syariah seperti zakat, infaq, shodaqoh dan wakaf (ziswaf). Dalam hal ini pemerintah memiliki strategi pengembangan ekonomi dan keuangan syariah melalui sektor pertanian terintegrasi, makanan halal, fesyen muslim, pariwisata dan energi baru terbarukan.

"Saya rasa ada pengembangan halal value chain Bank Indonesia akan optimalkan dengan pengembangan industri kreatif syariah," kata dia.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Halal

Produk Halal.
Perbesar
Produk Halal.

Khusus untuk sektor makanan halal dan fesyen muslim, pemerintah akan fokus karena dua industri tersebut. Sebab posisi ini Indonesia sudah masuk 5 besar peringkat dunia.

"Dalam global islamic ekonomi ini kita ada di peringkat 4 untuk halal food dan peringkat 3 di fesyen muslim," kata dia.

Saat ini tercatat sudah ada 504 usaha dalam industri kreatif syariah, 153 diantaranya berada di kawasan timur Indonesia. Sebanyak 61 UMKM di sektor fesyen muslim dan 92 di sektor makanan halal. Selain itu, Bank Indonesia mengambangkan usaha syariah di 498 pondok pesantren.

 

Reporter: Anisyah Al Faqir

Sumber: Merdeka.com

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya