Penyaluran KUR Capai Rp 141,14 Triliun hingga Juni 2021

Oleh Liputan6.com pada 26 Jul 2021, 14:15 WIB
Diperbarui 26 Jul 2021, 14:15 WIB
FOTO: Panen Sayuran di Masa Pandemi
Perbesar
Petani memanen sayuran di Tangerang, Banten, Kamis (8/7/2021). Kredit Usaha Rakyat (KUR) membantu petani mendapatkan modal untuk menjalankan usahanya serta membantu menjaga produktivitas di masa pandemi. (Liputan6.con/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Kooridnator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) periode Januari hingga 25 Juni 2021 tercatat Rp 141,14 triliun. Jumlah ini mencapai 56,58 persen dari pagu 2021 yang sebesar Rp 253 triliun.

"Jumlah tersebut diberikan kepada 3,87 juta debitur," kata Airlangga di Istana Jakarta, Senin (26/7/2021).

Penyaluran KUR cukup besar karena perekonomian Indonesia mulai pulih sehingga beberapa usaha membutuhkan modal kerja. Selain itu, tingkat suku bunga rendah sebesar 3 persen juga menjadi pendorong penyaluran KUR.

Peningkatan ini juga seiring dengan kebijakan KUR yang dikeluarkan pemerintah diberikan kepada debitur tanpa agunan.

"Pemerintah sudah menaikkan dari Rp 50-100 juta dan KUR klaster ini menjadi yang akan terus didorong," jelas dia.

Pemerintah juga menaikkan plafon kredit untuk segmen KUR usaha menengah. Sebelumnya, plafon untuk KUR usaha menengah adalah sebesar Rp 500 juta hingga Rp 10 miliar, namun kini bisa mendapatkan antara Rp 500 juta hingga maksimal Rp 20 miliar.

 

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Relaksasi KUR

FOTO: Panen Sayuran di Masa Pandemi
Perbesar
Petani memanen sayuran di Tangerang, Banten, Kamis (8/7/2021). Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) sektor pertanian dirasakan manfaatnya oleh petani. (Liputan6.con/Angga Yuniar)

Selama pandemi covid-19, pemerintah memberikan berbagai relaksasi berupa tambahan subsidi bunga KUR untuk 7,02 juta debitur dengan baki debet Rp 186,5 triliun, penundaan angsuran pokok paling lama enam bulan ke 1,75 juta debitur dengan baki debet Rp 70,53 triliun.

Selain itu, pemerintah memberikan perpanjangan jangka waktu bagi 1,51 juta debitur dengan baki debet Rp 47,51 triliun, serta penambahan plafon KUR kepada 16 debitur dengan baki debet Rp 2,49 miliar.

Realisasi subsidi bunga KUR super mikro diberikan kepada 306.239 debitur sejak 1 Januari 2021 hingga 5 April 2021. Adapun realisasi penyalurannya adalah Rp 2,52 triliun.

Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya