Penyaluran KUR Pertanian Capai Rp 42,7 Triliun

Oleh Liputan6.com pada 26 Jul 2021, 13:30 WIB
Diperbarui 26 Jul 2021, 13:35 WIB
Di Tengah Pandemi, Ekspor Sektor Pertanian Alami Kenaikan
Perbesar
Petani tengah memanen padi di Kabupaten Tangerang, Banten, Jumat (16/7/2021). Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor sektor pertanian pada bulan Juni 2021 mengalami kenaikan, yakni sebesar 33,04 persen (M-to-M) atau sebesar 15,19 persen secara (Y-on-Y). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta Pemerintah menargetkan penyaluran KUR di sektor pertanian pada 2021 mencapai Rp 70 triliun. Sektor pertanian menjadi salah satu sektor yang tumbuh positif di tengah pandemi Covid-19

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mencatat, realisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) khusus di sektor pertanian sejauh ini sduah mencapai Rp42,7 triliun. 

"Dari tahun 2020-2021, KUR Pertanian ini meningkat 29,8 persen," kata dia di Istana Merdeka, Senin (26/7/2021).

Menko Airlangga mengatakan, KUR kelompok ini tersedia bagi petani. KUR dapat digunakan untuk pembelian pupuk, peralatan pertanian, atau terkait dengan produksi. Kemudian KUR dapat digunakan untuk pasca panen, termasuk untuk KUR Klaster investasi di rice milling unit.

Secara rinci, KUR sektor pertanian ini tersebar di beberapa klaster. KUR perkebunan kelapa sawit mencapai Rp9,5 triliun, pertanian padi Rp7,8 triliun, tanaman lainnya Rp5,5 triliun, dan tanaman holtikulkura Rp5,2 triliun.

Kemudian KUR klaster budidaya sapi Rp3,9 triliun, budidaya domba dan kambing Rp3,5 triliun, pertanian palawija Rp2,7 triliun, mix farming Rp2,6 triliun, dan pembibitan Rp1,1 triliun.

"Jadi secara klaster KUR pangan Rp28,6 triliun, holtikultura Rp7,84 triliun, perkebunan Rp20,3 triliun, dan peternakan Rp15,1 triliun dari segi target," jelas Airlangga.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

11 Komoditi

Musim Panen Raya, Kementan Pastikan Stok Beras Nasional Aman dan Terkendali
Perbesar
Presiden Joko Widodo meninjau gelaran panen raya padi di Desa Kanigoro, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang, Jawa Timur didampingi Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dan Ketua DPR RI, Puan Maharani. (Dok. Kementan)

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo mengatakan, secara maksimal 11 komoditi dasar di bidang pertanian cukup aman neracanya. Di mana berdasarkan data untuk kredit macet atau NPLnya juga cukup bagus, dan terjaga.

"KUR pertanian pemanfaatannya memang di data kami bahkan NPL-nya yang macet itu cuma 0,3 persen. Tentu ini data mikro yang ada, mungkin kalau di jumlah-jumlah mungkin akan berbeda datanya," jelas dia.

Meksi begitu, Mentan Syahrul juga menginginginkan agar Kementerian Koordinator Perekonomian bisa fasilitasi untuk beberapa komoditi baru. Misalnya untuk porang dan sarang burung walet.

"Kami lagi konsentrasi untuk berharap pak menko bisa fasilitasi untuk mendapatkan KUR untuk porang saja sebuah komoditi baru yg kita konsentrasi tahun ini kita akan masuk sampai 10.000, kemudian sarang burung walet," tandasnya.

Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya