Curhat Ganjar Pranowo,  Disemprot Pengusaha 1 Jam karena PPKM

Oleh Liputan6.com pada 25 Jul 2021, 17:00 WIB
Diperbarui 25 Jul 2021, 17:00 WIB
Gubernur Ganjar Pranowo
Perbesar
Gubernur Ganjar Pranowo.

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur Jawa Tengah (jateng) Ganjar Pranowo diseprot oleh seorang pengusaha karena menjalankan kebijakan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). 

"Saya itu tadi 1 jam dimarahi oleh pengusaha. Pengusaha ini besar banget, nggak menengah di atasnya dikit," kata Ganjar dalam diskusi Peranan Perbankan dalam Memajukan UMKM, Minggu (25/7/2021).

Asal muasal kemarahan pengusaha tersebut bukan karena pemberlakuan kebijakan PPKM tetapi karena kebijakan PPKM yang dijalankan tidak konsisten.   

"Pengusaha bangkrut. Bangkrut. Halo Pak Ganjar Bangkrut," kata Ganjar Pranowo menirukan kemarahan pengusaha tersebut.

Pengusaha tersebut bahkan menggunakan pemilihan kata yang cukup keras dalam mengkritik kebijakan PPKM yang dijalankan pemerintah yang diibaratkan mirip setrika karena maju dan mundur tidak jelas. 

Selain itu, ada juga pengusaha yang bertanya mengenai penyerapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang sangat minim untuk penanganan Covid-19.

Sebagian pengusaha bahkan meminta kepada Ganjar Pranowo agar APBD diperuntukan memperbanyak rumah sakit darurat. Harapannya ketika ada yang terpapar Covid-19 semua bisa diarahkan di sana.

"Lalu saya sampaikan mungkin kalian pernah membaca analisa sudah lama banget ketika batas kapasitas Rumah Sakit itu tidak bisa dilalui maka kemudian akan sekarat semuanya itu yang terjadi maka begitu batas atas mulai ke sondol yang bisa dilakukan adalah pelandaian kurva," jelas Ganjar Pranowo.

Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Anggaran Covid-19 Jateng Ternyata Sudah 17,28 Persen

Stok Oksigen di Jateng Aman, Gubernur Ganjar Minta Rumah Sakit Tak Perlu Panik
Perbesar
Gubernur Ganjar Pranowo melihat Depo Samator Gas Industri di Bawen, Kabupaten Semarang, Selasa (22/6).

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengatakan bahwa serapan anggaran Covid-19 Jateng sudah mencapai 17,28 persen hingga 24 Juli 2021. 

Berdasarkan amanat refocusing pemerintah pusat, anggaran 8 persen dari DAU Jateng berjumlah Rp 283 miliar yang terinci untuk 5 item penganggaran. Yakni penanganan Covid-19, dukungan vaksinasi, dukungan pada kelurahan, insentif tenaga kesehatan, dan belanja kesehatan lainnya.

Total serapan anggaran sampai 24 Juli telah mencapai Rp 49,040.562.303 atau 17,28%. Diantaranya ialah pemberian insentif untuk tenaga kesehatan yang sudah cair Rp 39.895.216.303 atau 66,31%.

“Dukungan vaksinasi sudah relatif berjalan, untuk desa kelurahan juga sudah berjalan,” katanya.

Angka 17 persen itu pun adalah catatan yang sudah melakukan pembayaran. Sedangkan ada beberapa kegiatan yang sudah berjalan atau proses pengadaan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya