Ingin Dapat Beasiswa Rp 500 Ribu per Bulan? Ini Caranya

Oleh Tira Santia pada 25 Jul 2021, 15:00 WIB
Diperbarui 25 Jul 2021, 15:00 WIB
FOTO: Zona Merah COVID-19 di Jakarta Melonjak Jadi 82 RW
Perbesar
Pedagang kaki lima berkeliling di kawasan zona merah COVID-19 di RW 07 Kelurahan Sunter Jaya, Jakarta, Rabu (10/2/2021). Pemprov DKI Jakarta mencatat wilayah zona merah COVID-19 melonjak jadi 82 rukun warga (RW). (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno bersama dengan KAHMI Preneur akan memberikan beasiswa untuk anak pedagang kecil. Tak tanggung-tanggung, beasiswa yang diberikan Rp 500 ribu per bulan.

Dikutip dari akun instagram @sandiuno, Minggu (25/7/2021), pemberian beasiswa ini untuk membantu para pedagang kecil yang harus berjuang keras mempertahankan hidup.

Para pedagang kaki lima ini harus berjuang keras untuk memenuhi kebutuhan sehari hari keluarga, tanpa terkecuali memenuhi kebutuhan anak-anak yang bersekolah.

Untuk itu, Sandiaga Uno berkolaborasi dengan @kahmipreneur memberikan bantuan beasiswa kepada mereka yang benar-benar membutuhkan. "Tepat sasaran dan tepat manfaat sebagai bentuk gotong rotong dan tolong-menolong di saat krisis ini," tulis Sandiaga Uno.

Pendaftaran bisa dilakukan di https://bit.ly/bantuananakpedagang. Beasiswa diberikan ke anak pedagang kecil yang terdapak PPKM level 4 mulai dari pelajar SMP atau Tsanawiyah, SMA atau Aliyah dan mahasiswa.

Rinciannya, pelajar SMP akan mendapat 300 ribu per bulan, pelajar SMA akan mendapat Rp 400 ribu per bulan dan mahasiswa akan mendapat Rp 500 ribu per bulan.

Kategori penerima beasiswa ini adalah anak pedagang kaki lima, belum terjangkau bantuan, terdampak PPKM darurat dan aktif belajar virtual di masa pandemi covid.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

81 Mahasiswa RI Terima Beasiswa Erasmus Plus 2021

Ilustrasi kuliah
Perbesar
Ilustrasi mahasiswa sedang membaca di perpustakaan (dok.unsplash/ Eliott Reyna)

Sebanyak 81 mahasiswa Indonesia mendapat beasiswa Erasmus Plus di 2021. Puluham mahasiswa tersebut bisa masuk Eropa meski ada pandemi COVID-19. Aturan masuk Uni Eropa saat ini sangatlah ketat, tetapi akses untuk keperluan belajar tetap terbuka.

"Sangat penting untuk menekankan bahwa kami memiliki aturan terhadap perjalanan non-esensial ke Eropa pada saat ini. Namun, kami selalu berkata bahwa murid-murid, pelajar, harus tetap bisa datang ke Eropa," jelas Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia, Vincent Piket, dalam acara virtual Erasmus+ Orientation and Predeparture, Sabtu (17/7/2021).

Dengan kelolosan 81 mahasiswa Indonesia ini menandakan peningkatan peringkat Indonesia. Tahun lalu, Indonesia hanya masuk 20 besar, kini Indonesia masuk top 9 mahasiswa yang dapat Erasmus Plus.

Selain 81 mahasiswa itu, ada juga yang menerima beasiswa program jangka pendek dari Erasmus Plus, sehingga totalnya ada 139 penerima tahun ini.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya