Sandiaga Uno Minta Pengelola Hotel di Garut Ganti Bendera Putih dengan Merah Putih

Oleh Liputan6.com pada 23 Jul 2021, 20:45 WIB
Diperbarui 23 Jul 2021, 20:45 WIB
Menparekraf Sandiaga Uno sebagai pembicara utama di Wisuda XX Universitas Multimedia Nusantara. (Foto: Dok. Stephanus Novi/Koor. Media Wisuda XX Universitas Multimedia Nusantara)
Perbesar
Menparekraf Sandiaga Uno sebagai pembicara utama di Wisuda XX Universitas Multimedia Nusantara. (Foto: Dok. Stephanus Novi/Koor. Media Wisuda XX Universitas Multimedia Nusantara)

Liputan6.com, Jakarta - Beberapa hotel di Garut Jawa Barat memasang bendera putih karena tak mampu bertahan di tengah pandemi Covid-19. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno meminta hotel yang memasang bendara putih mengganti dengan bendera putih.

"Mudah-mudahan hotel-hotel dan restoran di Garut bisa mengibarkan bendera merah putih selama Agustus dan menggantikan bendera putih yang membuat kami prihatin," kata Sandiaga, Jakarta, Jumat (23/7/2021).

Sandiaga Uno melanjutkan, ia langsung mengirim tim khusus ke Garut untuk melihat yapa yang terjadi di Garut. Tim tersebut diharapkan bisa langkah-langkah yang diperlukan untuk para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif di kota tersebut.

"Saya begitu melihat kemarin, langsung berpikir setelah zoom, segera ambil langkah dan kita berharap setelah PPKM Level 4 ini tereksekusi tapi keluar berita viral menggetarkan, saya mendapat telepon dari pimpinan untuk mendengarkan cerita sesungguhnya seperti apa," ungkap Sandiaga.

 

Sandiaga mengatakan masalah pengibaran bendera putih di hotel-hotel oleh Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) sebagai simbol menyerah telah diselesaikan. Peristiwa tersebut telah ditangani oleh para pemangku kepentingan dan kepala daerah setempat.

"Perihal polemik bendera putih simbol menyerah yang dikibarkan oleh pihak PHRI sudah diselesaikan oleh Bupati dan stakeholder terkait," jelas Sandiaga Uno.

 

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Masa Depan Cerah

Sandiaga yakin Garut memiliki masa depan yang cerah. Sebab dalam kunjungan terakhirnya tahun lalu, Garut memiliki keindahan alam yang menjanjikan dan tetap menggeliat meski DKI Jakarta menerapkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

"Saya tahun lalu merasakan pariwisata Garut mengalami fenomena di tengah keadaan DKI yang saat itu PSBB, Garut saat itu menggeliat ada harapan dan optimisme. Saat itu melihat kebun jeruk, ada produk ekonomi kreatif seperti kopi dan tentunya Cipanas yang selalu menjadi daya tarik khusus," tutur Sandiaga.

Apalagi pihak Kemenparekraf saat ini sedang mendorong program anugerah desa wisata, program sentra vaksinasi. Sandiaga Uno berharap ada kerjasama erat dengan para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif yang ada di Garut.

Reporter: Anisyah Al Faqir

 Sumber: Merdeka.com

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya