Survei BI: Inflasi Juli 2021 Diperkirakan 1,45 Persen

Oleh Liputan6.com pada 23 Jul 2021, 18:45 WIB
Diperbarui 23 Jul 2021, 18:45 WIB
FOTO: Kenaikan Sejumlah Bahan Pokok Picu Laju Inflasi
Perbesar
Pedagang sayuran menunggu pembeli di sebuah pasar di Jakarta, Rabu (1/4/2020). Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan pada Maret 2020 terjadi inflasi sebesar 0,10 persen, salah satunya karena adanya kenaikan harga sejumlah makanan, minuman, dan tembakau. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Indonesia melaporkan perkembangan harga pada pekan keempat Juli 2021 relatif terkendali. Diperkirakan inflasi yang terjadi sebesar 0,01 persen (mtm).

"Berdasarkan Survei Pemantauan Harga pada minggu IV Juli 2021, perkembangan harga pada Juli 2021 masih relatif terkendali dan diperkirakan inflasi sebesar 0,01 persen (mtm)," kata Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Erwin Haryono, Jakarta, Jumat (23/7).

Dari perkembangan tersebut diperkirakan inflasi Juli secara tahun kalender sebesar 0,75 persen (ytd), dan secara tahunan sebesar 1,45 persen (yoy).

Erwin menuturkan penyumbang utama inflasi Juli 2021 sampai dengan minggu keempat yaitu komoditas cabai rawit sebesar 0,04 persen (mtm) dan tomat sebesar 0,02 persen (mtm). Lalu bawang merah, kangkung, bayam, kacang panjang dan rokok kretek filter masing-masing sebesar 0,01 persen (mtm).

Sementara itu, beberapa komoditas mengalami deflasi, antara lain daging ayam ras sebesar -0,09 persen (mtm), dan telur ayam ras sebesar -0,03 persen (mtm). Kemudian emas perhiasan dan jeruk masing-masing sebesar -0,02 persen (mtm), dan tarif angkutan udara sebesar -0,01 persen (mtm).

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Perkuat Koordinasi

BPS Sebut Inflasi Januari-November 2019 Turun
Perbesar
Seorang pembeli melintas di antara kios di pasar Kebayoran Lama, Jakarta, Senin (2/12/2019). Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat angka inflasi sepanjang Januari-November 2019 sebesar 2,37 persen, lebih kecil ketimbang periode yang sama tahun lalu sebesar 2,50 persen. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Bank Indonesia akan terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait untuk memonitor secara cermat dinamika penyebaran Covid-19 dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia dari waktu ke waktu.

Begitu juga dengan langkah-langkah koordinasi kebijakan lanjutan yang perlu ditempuh untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan. Termasuk menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan berdaya tahan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya