Realisasi KUR Bank Mandiri hingga Juni 2021 Capai Rp 19,68 Triliun

Oleh Andina Librianty pada 23 Jul 2021, 12:45 WIB
Diperbarui 23 Jul 2021, 12:45 WIB
Target KUR di Masa Pandemi
Perbesar
Pekerja melakukan proses pembuatan oncom di Jakarta, Kamis (1/7/2021). Realisasi kredit usaha rakyat (KUR) hingga 18 Juni 2021 telah mencapai Rp 112,8 triliun. Angka tersebut setara dengan 44,58% dari target penyaluran KUR tahun ini sebesar Rp 253 triliun.(Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk memfokuskan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) pada sektor produksi untuk terus membantu memulihkan ekonomi nasional dari dampak pandemi Covid-19. Hasilnya, realisasi KUR Bank Mandiri sampai dengan akhir Juni 2021 telah mencapai Rp 19,68 triliun yang disalurkan kepada 200.339 debitur.

Mayoritas dari KUR Bank Mandiri tersebut telah disalurkan antara lain ke KUR kecil sebesar Rp 16,01 triliun, serta KUR Mikro senilai Rp 3,63 triliun. Dari nilai penyaluran itu, sebanyak 58,03 persen atau setara dengan Rp 11,42 triliun telah disalurkan ke sektor produksi yang meliputi sub-sektor pertanian, perikanan, industri pengolahan, jasa produksi dan turunannya.

SEVP Micro & Consumer Finance Bank Mandiri, Josephus Koernianto Triprakoso, mengatakan di sisa akhir tahun ini Bank Mandiri akan lebih banyak memfokuskan penyaluran KUR pada sektor pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan.

"Menurut pemantauan kami, sektor-sektor tersebut masih memiliki potensi penyaluran KUR yang relatif besar karena menunjang ketahanan pangan dalam negeri. Selain itu, prospek sektor-sektor tersebut masih baik dikarenakan tidak terdampak pandemi Covid-19 secara signifikan," jelas Josephus dalam keterangannya, pada Jumat (23/7/2021).

Selain itu, KUR ke sektor produksi akan terus ditingkatkan mengingat sektor ini menjadi tumpuan hidup sebagian besar masyarakat Indonesia, sekaligus menjadi salah satu roda penggerak perekonomian nasional.

Lebih lanjut, dalam rangka mendukung pemulihan ekonomi pada sektor UMKM, Bank Mandiri juga melakukan program restrukturisasi bagi debitur KUR yang terdampak pandemi Covid-19 berupa penundaan pembayaran pokok dan bunga. "Kami berharap upaya ini dapat menjadi katalis untuk membantu mempercepat pemulihan ekonomi nasional khususnya pada sektor UMKM," ungkap Josephus.

Bank Mandiri menegaskan kendati masih dalam situasi pandemi Covid-19, penyaluran KUR tetap termitigasi dengan baik. Hal ini tercermin dari kualitas portofolio KUR Bank Mandiri yang mampu terjaga baik dengan total non performing loan (NPL) di posisi 0,45 persen per 30 Juni 2021.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Aplikasi Mandiri Pintar

Target KUR di Masa Pandemi
Perbesar
Pekerja melakukan proses pembuatan oncom di Jakarta, Kamis (1/7/2021). Realisasi kredit usaha rakyat (KUR) hingga 18 Juni 2021 telah mencapai Rp 112,8 triliun. Angka tersebut setara dengan 44,58% dari target penyaluran KUR tahun ini sebesar Rp 253 triliun.(Liputan6.com/Angga Yuniar)

Untuk mempercepat penyaluran Kredit Mikro termasuk KUR, Bank Mandiri juga memanfaatkan aplikasi Mandiri Pintar. Melalui platform digital kredit mikro ini diharapkan mampu mempercepat proses kredit nasabah.

Bank Mandiri juga telah memperluas skema-skema produk pembiayaan di sektor produksi untuk komoditas tertentu, terutama di sektor pertanian yang menyesuaikan dengan kebutuhan masa tanam dengan pokok dan bunga dapat dibayarkan pada saat panen.

Melalui strategi tersebut, Bank Mandiri optimistis ruang penyaluran KUR di semester II 2021 masih terbuka.

"Kami optimis akan mampu mendorong penyaluran KUR lewat potensi yang ada, dan dapat mencapai target KUR yang diamanatkan oleh pemerintah, bahkan baru saja permintaan penambahan kuota KUR kami disetujui oleh pemerintah di 2021 yang sebelumnya sebesar Rp 31 triliun dan diberikan tambahan sebesar Rp 4 triliun lagi, sehingga kuota KUR Bank Mandiri di 2021 menjadi Rp 35 triliun" pungkas Josephus.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya