Kondisi Global Tak Pasti, Aliran Modal Asing Mulai Tinggalkan Indonesia

Oleh Liputan6.com pada 22 Jul 2021, 16:20 WIB
Diperbarui 22 Jul 2021, 16:20 WIB
FOTO: Akhir Tahun, Nilai Tukar Rupiah Ditutup Menguat
Perbesar
Karyawan menunjukkan uang dolar AS dan rupiah di Jakarta, Rabu (30/12/2020). Nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup menguat 80 poin atau 0,57 persen ke level Rp 14.050 per dolar AS. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta Bank Indonesia mencatat hingga 19 Juli 2021, aliran modal asing yang ke luar Indonesia sebesar USD 0,70 miliar.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menjelaskan, kelaurnya modal asing ini sejalan ketidakpastian pasar keuangan global yang meningkat.

Sementara itu, investasi portofolio pada triwulan II 2021 mencatat net inflow sebesar USD 4,28 miliar. Dengan demikian, Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) diprakirakan tetap baik, sehingga mendukung ketahanan sektor eksternal.

"Defisit transaksi berjalan triwulan II 2021 diprakirakan tetap rendah, didukung oleh surplus neraca perdagangan sebesar USD6,30 miliar, meningkat dibandingkan dengan surplus triwulan sebelumnya sebesar USD5,56 miliar," jelas Perry di Jakarta, Kamis (22/7/2021).

Kinerja positif tersebut ditopang oleh peningkatan ekspor komoditas utama seperti CPO, batubara, besi dan baja, serta kendaraan bermotor, di tengah kenaikan harga komoditas dunia. Perbaikan ekspor terjadi di Sumatera, Sulampua, dan Jawa.

Sementara itu, neraca modal diperkirakan mengalami surplus didukung oleh aliran modal asing masuk dalam bentuk penanaman modal asing dan investasi portofolio.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Cadangan Devisa

Tukar Uang Rusak di Bank Indonesia Gratis, Ini Syaratnya
Perbesar
Karyawan menghitung uang kertas rupiah yang rusak di tempat penukaran uang rusak di Gedung Bank Indonessia, Jakarta (4/4). Selain itu BI juga meminta masyarakat agar menukarkan uang yang sudah tidak layar edar. (Merdeka.com/Arie Basuki)

Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Juni 2021 tercatat sebesar USD137,1 miliar, setara dengan pembiayaan 9,2 bulan impor atau 8,8 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

"Ke depan, defisit transaksi berjalan pada 2021 diprakirakan tetap rendah di kisaran 0,6 persen hingga 1,4 persen dari PDB, sehingga mendukung ketahanan sektor eksternal Indonesia," katanya.

Reporter: Anggun P. Situmorang

Sumber: Merdeka.com

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya