Akibat PPKM, BI Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Turun Jadi 3,5 Persen

Oleh Maulandy Rizky Bayu Kencana pada 22 Jul 2021, 15:15 WIB
Diperbarui 22 Jul 2021, 15:21 WIB
Target Pertumbuhan Ekonomi
Perbesar
Gedung bertingkat mendominasi kawasan ibu kota Jakarta pada Selasa (30/7/2019). Badan Anggaran (Banggar) DPR bersama dengan pemerintah menyetujui target pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di kisaran angka 5,2% pada 2019 atau melesat dari target awal 5,3%. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Bank Indonesia (BI) memprediksi pertumbuhan ekonomi nasional secara keseluruhan pada 2021 ini akan turun pada kisaran 3,5-4,3 persen. Angka ini turun dari perkiraan sebelumnya. Pembatasan mobilitas dalam bentuk PPKM lanjutan jadi penyebab utama penurunan ini.

"Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi nasional secara keseluruhan pada tahun 2021 menjadi 3,5-4,3 persen, turun dari proyeksi sebelumnya 4,1-5,1 persen," jelas Gubernur BI Perry Warjiyo dalam sesi teleconference hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia, Kamis (22/7/2021).

Perry mengatakan, penyebaran varian delta Covid-19 yang membuat adanya pembatasan mobilitas dalam bentuk PPKM panjang akan menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi, khususnya di kuartal III 2021.

"Penurunan pertumbuhan ekonomi terutama terjadi pada konsumsi rumah tangga karena terbatasnya mobilitas. Itu diambil di tengah penyaluran bantuan perlindungan sosial pemerintah, dan tetap kuatnya kinerja ekspor dalam mendukung program pemulihan ekonomi nasional," terangnya.

Pada kuartal IV 2021, Perry melanjutkan, pertumbuhan ekonomi diprediksi akan kembali meningkat dengan didorong oleh perbaikan mobilitas, percepatan program vaksinasi Covid-19, dan kelanjutan stimulus fiskal.

"Secara spasial, pertumbuhan ekonomi akan lebih kecil di luar Pulau Jawa, seperti di Sulawesi, Maluku, Papua, didukung oleh kinerja ekspor yang kuat," ujar Perry.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Pertumbuhan Ekonomi 2021 Mentok di 3,7 Persen Jika PPKM Darurat Diperpanjang

FOTO: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di Kuartal III 2020 Masih Minus
Perbesar
Pemandangan deretan gedung dan permukiman di Jakarta, Rabu (1/10/2020). Meski membaik, namun pertumbuhan ekonomi kuartal III 2020 masih tetap minus. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) DKI Jakarta memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya mencapai 3,7 persen di 2021 jika PPKM Darurat diperpanjang.

Ketua Umum DPD HIPPI Provinsi DKI Jakarta, Sarman Simanjorang menjelaskan, PPKM Darurat sangat pengaruhi kinerja pertumbuhan ekonomi kuartal II 2021. Kebijakan tersebut juga akan berpengaruh terhadap target pertumbuhan ekonomi dikuartal III-2021.

"Sehingga proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2021 di kisaran 3,7 persen dibawah target awal dikisaran 4,5-5 persen," kata Sarman di Jakarta, Kamis (15/7/2021).

Dia melanjutkan, skenario pertumbuhan tersebut bisa dicapai jika pada September kasus Covid-19 sudah melandai. Sehingga berbagai aktivitas usaha sudah mulai beroperasi dan bergairah.

Oleh karena itu, untuk menjaga agar pertumbuhan ekonomi tidak terkoreksi secara mendalam, pemerintah harus menjaga daya beli masyarakat agar tidak turun derastis selama PPKM Darurat. Caranya dengan menyalurkan berbagai bantuan sosial tunai kepada masyarakat tepat waktu dan tepat sasaran.

"Termasuk subsidi gaji bagi para buruh diharapkan dapat dilanjutkan dan kartu pra kerja serta hibah bantuan modal kerja kepada UMKM," jelas dia.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya