Startup GudangAda Dapat Suntikan Modal Rp 1,5 Triliun dari Asia Partners dan Falcon Edge

Oleh Arief Rahman Hakim pada 22 Jul 2021, 14:40 WIB
Diperbarui 22 Jul 2021, 14:40 WIB
GudangAda berhasil mengantongi Rp 1,5 triliun dalam putaran pendanaan Seri B yang dipimpin oleh Asia Partners dan Falcon Edge.
Perbesar
GudangAda berhasil mengantongi Rp 1,5 triliun dalam putaran pendanaan Seri B yang dipimpin oleh Asia Partners dan Falcon Edge.

Liputan6.com, Jakarta - GudangAda, startup e-commerce marketplace B2B mendapatkan suntikan USD 100 juta atau sekitar Rp 1,5 triliun dalam putaran pendanaan Seri B yang dipimpin oleh Asia Partners dan Falcon Edge. Investor sebelumnya yakni Sequoia Capital India, Alpha JWC, dan Wavemaker turut berpartisipasi pada putaran pendanaan ini.

Dana terbaru ini akan digunakan untuk memperbesar tim GudangAda, serta memperkuat ekosistem perusahaan, seperti layanan logistik, sistem pembayaran, pemasaran, data, dan layanan keuangan. GudangAda juga berencana memperkuat posisinya dengan mengembangkan teknologi artificial intelligence/AI agar dapat menawarkan layanan personalisasi terbaik bagi para pedagang UMKM.

CEO GudangAda Stevensang menjelaskan, perusahaan sangat senang memiliki kesempatan untuk bermitra dengan dua investor kelas dunia. Asia Partners dan Falcon Edge memiliki rekam jejak luar biasa dalam mendukung perusahaan portofolio, terutama di area di mana kami perlu memacu pertumbuhan.

"Kami sekarang berada di posisi yang tepat untuk memberdayakan seluruh pemain rantai pasokan, mulai dari produsen, distributor, grosir hingga pengecer di seluruh Indonesia, dengan hampir setengah juta pengguna di lebih dari 500 kota tingkat-1 hingga tingkat-3 dan mengembangkan model monetisasi yang komprehensif dengan ekosistem yang lengkap,” katanya dalam keterangan resmi, Kamis (14//7/2021).

CFO GudangAda JJ Ang mengatakan, minat besar investor untuk putaran pendanaan Seri B merupakan bukti keberhasilan GudangAda dalam menciptakan nilai tambah bagi pelanggan sekaligus membangun platform dengan modal efisien yang mampu menghasilkan pertumbuhan.

Pertumbuhan GudangAda terlihat dari keberhasilannya memonetisasi pasar sejak kuartal I 2020 — bukti jelas akan manfaat layanan dan model bisnis kami yang capital efficient.  

 

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Ekspansi Bisnis

GudangAda
Perbesar
GudangAda

Sejak diluncurkan pada pertengahan 2020, layanan GudangAda logistik meningkat dua kali lipat setiap dua bulan. Menerapkan konsep bisnis asset-light dan capital-efficient, GudangAda telah bekerjasama dengan para pemilik bisnis kendaraan dan gudang, termasuk juga diantaranya dengan UMKM member GudangAda.

Di luar kerjasama tersebut, GudangAda juga menawarkan sistem layanan manajemen transportasi dan gudang yang dinamis untuk memudahkan mitra mendigitalisasi bisnisnya. 

Menawarkan one-stop solution kepada UMKM Indonesia, GudangAda telah memperluas kategori produknya ke segmen obat-obatan atau farmasi, kemasan, peralatan rumah tangga, dan alat tulis.

Ekspansi kategori ini didorong melalui kemitraan end to end (E2E) dengan prinsipal, distributor, pedagang besar, dan eceran di dalam rantai pasokan. Sejak ekspansi dilakukan di awal tahun 2021, puluhan ribu UMKM telah bertransaksi dalam kategori baru tersebut.

Sejak akhir tahun 2020, GudangAda telah memberdayakan dan menghubungkan prinsipal dengan UMKM di seluruh Indonesia, agar mereka dapat terus memperluas cakupan distribusinya. Hingga saat ini GudangAda telah bermitra secara resmi dengan lebih dari 65 prinsipal, termasuk prinsipal lokal, nasional, dan multinasional, seperti Sido Muncul, Sasa, dan Reckitt Benckiser. GudangAda berencana memperluas kerjasamanya dengan lebih banyak prinsipal kedepannya. 

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya