Pendapatan Negara Tembus Rp 888,6 Triliun di Semester I-2021

Oleh Liputan6.com pada 21 Jul 2021, 21:49 WIB
Diperbarui 21 Jul 2021, 21:49 WIB
Ilustrasi APBN. Dok Kemenkeu
Perbesar
Ilustrasi APBN. Dok Kemenkeu

Liputan6.com, Jakarta Pendapatan negara mencapai Rp 888,6 triliun pada semester I-2021. Capaian pendapatan ini naik 9,1 persen (yoy).

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan pendapatan negara ini terdiri dari penerimaan pajak, kepabeanan dan cukai, dan PNBP.

"Realisasi Pendapatan Negara mencapai Rp 886,9 triliun atau tumbuh 9,1 persen (yoy)," kata dia dalam konferensi pers APBN KiTa, Jakarta, Rabu (21/7/2021).

Dia memaparkan pendapatan negara ini berasal antara lain dari penerimaan pajak sebesar Rp 557,8 triliun atau tumbuh 4,9 persen (yoy).

Kemudian penerimaan kepabeanan dan cukai sebesar Rp 122,2 triliun atau tumbuh 31,1 persen (yoy), dan PNBP sebesar Rp 206,9 triliun, atau 11,4 persen (yoy).

"Jadi APBN kita sebenarnya sudah menunjukkan suatu tren hijau yang sangat solid," kata dia.

Selanjutnya, belanja negara diakselerasi untuk mendukung pengendalian Covid-19 dan program PEN, terealisasi sebesar Rp 1.170,1 triliun atau tumbuh 9,4 persen (yoy).

Terdiri dari realisasi Belanja Pemerintah Pusat sebesar Rp 796,3 triliun dan realisasi TKDD sebesar Rp 373,9 triliun.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Pembiayaan

Sri Mulyani Mencatat, Defisit APBN pada Januari 2019 Capai Rp 45,8 T
Perbesar
Menteri Keuangan Sri Mulyani . (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sementara itu, pembiayaan memegang peran penting untuk mendukung akselerasi pelaksanaan PEN, defisit APBN masih terjaga, mencapai Rp 283,2 triliun atau 1,72 persen terhadap PDB hingga akhir Semester I,. Hal ini sejalan dengan kebijakan countercyclical yang dilakukan pada semester pertama.

Realisasi pembiayaan anggaran hingga Juni 2021 mencapai Rp 419,2 triliun atau 41,7 persen target APBN.

Kebutuhan pembiayaan utang melalui penerbitan SBN menurun sebagai dampak dari penurunan nominal defisit, optimalisasi penggunaan SAL, dan penyesuaian utang jatuh tempo.

Seiring kondisi pasar SBN yang membaik, sejak lelang SUN tanggal 27 April dan lelang SBSN tanggal 4 Mei, penerbitan SBN melalui lelang tambahan (Green Shoe Option/GSO) tidak dilakukan.

Selanjutnya, kontribusi Bank Indonesia dalam pembelian SBN sesuai SKB I hingga akhir Semester I telah mencapai Rp 120,1 triliun. Terdiri dari SUN SKB I sebesar Rp 79,66 triliun dan SBSN SKB I sebesar Rp 40,49 triliun.

Reporter: Anisyah Al Faqir

Sumber: Merdeka.com

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Ini

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya