Sri Mulyani: Vaksin Tak Bikin Kebal Covid-19, Tapi Aktivitas Ekonomi Bisa Jalan

Oleh Maulandy Rizki Bayu Kencana pada 21 Jul 2021, 16:50 WIB
Diperbarui 21 Jul 2021, 16:50 WIB
Menkeu Sri Mulyani Beberkan Perubahan Pengelompokan/Skema Barang Kena Pajak
Perbesar
Menkeu Sri Mulyani mengikuti rapat kerja dengan Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (15/3/2021). Rapat membahas konsultasi terkait usulan perubahan pengelompokan/skema barang kena pajak berupa kendaraan bermotor yang dikenai PPnBM. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mendorong program vaksinasi terus digencarkan guna menghadapi penularan kasus varian delta Covid-19. Meskipun vaksin tidak serta merta membuat penerima kebal tertular, namun itu diharapkan dapat kembali memulihkan aktivitas masyarakat.

Sri Mulyani mendesak agar program vaksinasi perlu lebih ditingkatkan. Program penyuntikan vaksin memang sempat mendekati angka 2 juta dosis, namun itu hanya terjadi pada satu hari.

"Kemudian rata-rata hariannya masih di bawah 1 juta, 955.623 rata-rata vaksinasi tujuh hari berturut-turut," terang Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN Kita, Rabu (21/7/2021).

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini berharap, suplai vaksin Covid-19 akan terus datang dan jumlah vaksinasinya ditingkatkan. Sehingga masyarakat tidak harus dalam situasi memilih antara aktivitas ekonomi versus ancaman kesehatan.

Meskipun demikian, ia mengingatkan, Inggris yang sudah lakukan vaksinasi hingga di atas 60 persen tetap dihadapkan pada kenaikan jumlah Covid-19, tapi setidaknya tidak timbulkan tekanan pada rumah sakit.

"Yang kita hindarkan adalah kalau kenaikan covid menimbulkan jumlah masyarakat yang harus dirawat di rumah sakit dimana kapasitas dari rumah sakitnya pasti terbatas," tegasnya.

"Jadi vaksin bisa berikan ketahanan kepada masyarakat, sehingga aktivitas bisa berjalan dan risiko kesehatan tetap bisa dijaga," ujar Sri Mulyani.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Program Testing dan Tracing

Pembatasan Perjalanan Kereta Api selama PPKM Darurat
Perbesar
Calon penumpang mendatangi Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Minggu (4/7/2021). PT Kereta Api Indonesia (Persero) membatalkan perjalanan 44 kereta api (KA), terdiri dari 30 KA jarak jauh dan 14 KA lokal selama masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat. (merdeka.com/Iqbal S Nugroho)

Selain itu, Sri Mulyani juga mencermati program testing dan tracing yang harus terus digencarkan. Menurut catatannya, jumlah testing di Indonesia sempat capai 188.551 tes harian, dengan positivity rate capai 30 persen.

"Sekarang kita sudah tunjukan ada kecenderungan flatening. Kita harap momentum ini terjaga, karena kalau tidak akan berimbas pada kegiatan ekonomi yang makin dalam," imbuh Sri Mulyani.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya