Kian Tertekan, Rupiah Tembus 14.552 per Dolar AS

Oleh Arief Rahman Hakim pada 21 Jul 2021, 10:45 WIB
Diperbarui 21 Jul 2021, 10:45 WIB
Ilustrasi dolar AS
Perbesar
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus menguat, Jakarta, Kamis (23/10/2014) (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika serikat (AS) kembali tertekan pada perdagangan Rabu pekan ini. Pelemahan rupiah dipicu meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap eskalasi kasus positif COVID-19.

Mengutip Bloomberg, Rabu (21/7/2021), rupiah dibuka di angka 14.530 per dolar AS, melemah jika dibandingkan dengan penutupan perdagangan sebelumnya yang ada di angka 14.517 per dolar AS. Menjelang siang, rupiah terus melemah ke 14.552 per dolar AS.

Sejak pagi hingga siang hari ini, rupiah bergerak di kisaran 14.530 per dolar AS hingga 14.552 per dolar AS. Jika dihitung dari awal tahun, rupiah melemah 3,58 persen.

Pengamat Pasar Uang Ariston Tjendra mengatakan, sentimen penguatan dolar AS kelihatannya belum berhenti.

"Indeks dolar AS terlihat masih ditutup menguat pada perdagangan kemarin, ditutup naik 14 poin dari 92,82 menjadi 92,96. Sentimen ini masih didukung oleh kekhawatiran pasar terhadap kondisi kenaikan kasus COVID-19 di dunia akibat varian Delta," ujar Ariston dikutip dari Antara, Rabu (21/7/2021).

Selain itu, lanjut Ariston, membaiknya data perumahan AS yang dirilis semalam yang menunjukkan perbaikan ekonomi AS, juga mendukung penguatan dolar AS.

"Tapi di sisi lain, sentimen pasar terhadap risiko juga terlihat membaik pagi ini. Ini terlihat dari naiknya pergerakan indeks saham Asia pagi ini dan kenaikan besar indeks saham AS dan Eropa kemarin," katanya.

Menurut Ariston, pasar mungkin melihat potensi perbaikan performa perusahaan ke depan pascaCOVID-19. Sentimen pasar terhadap risiko tersebut dinilai bisa menahan penguatan dolar AS.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Sentimen Dalam Negeri

FOTO: Akhir Tahun, Nilai Tukar Rupiah Ditutup Menguat
Perbesar
Karyawan menunjukkan uang dolar AS dan rupiah di Jakarta, Rabu (30/12/2020). Nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup menguat 80 poin atau 0,57 persen ke level Rp 14.050 per dolar AS. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Dari dalam negeri, terjadi penambahan 38.325 kasus baru COVID-19 pada Selasa (20/7) sehingga total jumlah kasus terkonfirmasi positif COVID-19 mencapai 2,95 juta kasus. Sebanyak 76.200 orang meninggal akibat terpapar COVID-19.

Meski demikian, sebanyak 2,32 juta orang telah dinyatakan sembuh sehingga total kasus aktif COVID-19 sehingga total kasus aktif mencapai 550.192 kasus.

Ariston mengatakan rupiah hari ini berpotensi melemah ke kisaran Rp14.550 per dolar AS dengan potensi support di kisaran Rp14.500 per dolar AS.

Pada Senin (19/7) rupiah ditutup melemah 20 poin atau 0,14 persen ke posisi Rp14.518 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.498 per dolar AS.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya