Menteri Jokowi Ramai-Ramai Minta Maaf soal Penanganan Covid-19, Ada Apa?

Oleh Arief Rahman Hakim pada 19 Jul 2021, 20:00 WIB
Diperbarui 19 Jul 2021, 20:00 WIB
Presiden Jokowi Pimpin Rapat Perdana Kabinet Indonesia Maju
Perbesar
Presiden Joko Widodo didampingi Wapres Ma'ruf Amin memimpin sidang kabinet paripurna di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (24/10/2019). Rapat kabinet paripurna perdana tersebut mendengarkan arahan Presiden dan membahas anggaran pendapatan dan belanja negara tahun 2020. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta Sejumlah menteri di kabinet pimpinan Presiden Jokowi secara terang-terangan meminta maaf kepada masyarakat soal penanganan Covid-19

Beberapa hari lalu ada Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan. Luhut kini juga sebagai Koordinator PPKM Darurat Jawa dan Bali.

Setelah Luhut, sore ini ada Menteri BUMN Erick Thohir yang juga menyatakan maafnya terkait penangana Covid-19. Erick Thohir sendiri kini juga sebagai Wakil Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Permintaan maaf sejumlah menteri ini diungkapkan di tengah mulai terkendalinya penyebaran Covid-19 di negeri ini. Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 kembali melaporkan penambahan kasus positif, sembuh, dan meninggal dunia akibat virus Corona di indonesia.

Terdapat penambahan 34.527 orang pada hari ini, Senin (19/7/2021) yang dinyatakan positif Covid-19. Total akumulatifnya menjadi 2.911.733 orang sampai saat ini terkonfirmasi terinfeksi virus Corona yang menyebabkan Covid-19 di Indonesia.

Kasus penyebaran Covid-19 ini sempat berada di puncaknya beberapa hari lalu, dengan penambahan kasus hampir 57 ribu dalam sehari.

Simak sederet permintaan maaf lengkap para menteri seperti dirangkum Liputan6.com, Senin (19/7/2021):

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

1. Luhut Binsar Panjaitan

LBP Perintahkan Studi Komprehensif untuk Bangun Infrastruktur Terintegrasi Di Bengkulu
Perbesar
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut B. Panjaitan. (Foto:Dok.DPD RI)

Koordinator PPKM Darurat Jawa-Bali Luhut Binsar Pandjaitan mengaku bukan jadi hal mudah bagi pemerintah untuk mengeluarkan kebijakan terkait PPKM Darurat.

Sebab, di satu sisi pemerintah perlu menekan laju penularan varian delta untuk meringankan beban fasilitas kesehatan, tapi di sisi lainnya ekonomi rakyat kecil cukup besar terdampak.

Luhut juga menyampaikan permohonan maaf jika apa yang dilakukan pemerintah untuk menekan laju kasus Covid-19 dengan PPKM Darurat masih belum optimal.

“Saya ingin minta maaf kepada rakyat Indonesia jika dalam PPKM Darurat ini jika belum bisa sesuai dengan yang diharapkan,” kata dia dalam konferensi pers, Sabtu (17/7/2021).

Meski demikian, Luhut meyakini situasi pandemi COVID-19 akan membaik di akhir Juli 2021 jika seluruh pihak, termasuk pemerintah daerah (pemda) konsisten menerapkan PPKM Darurat ini.

“Kalau kita konsisten semua, saya lihat akhir Juli posisi kita akan semakin baik. Oleh karena itu saya minta teman-teman di semua tempat, di Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan seluruh penjuru Tanah Air, bahu membahu melawan varian delta ini,” kata Luhut.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

2. Erick Thohir

Erick Thohir Bahas Jiwasraya
Perbesar
Menteri BUMN, Erick Thohir mengikuti rapat dengar pendapat umum dengan Panitia Kerja (Panja) DPR RI untuk skandal di PT Asuransi Jiwasraya (Persero), di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (29/1/2020). Erick Thohir diundang untuk membahas penyelesaian sengkarut Jiwasraya. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir meminta maaf terkait penanganan pancemi covid-19 yang tidak optimal. Padahal semua Kementerian sudah bekerja keras selama 24 jam.

“Kami Kementerian BUMN dengan segala kerendahan hati juga memohon maaf ketika penugasan-penugasan yang diberikan kepada kami tidak sempurna, karena sempurna adalah milik Allah SWT. Tapi percayalah dengan segala kekuatan yang kita punya baik secara korporasi maupun pelayanan publik kita berusaha sekeras-kerasnya,” kata Menteri Erick Thohir dalam Peresmian RSPJ Extensi Arafah Asrama Haji Embarkasi Jakarta, Senin (19/7/2021).

Di sisi lain, Erick Thohir menyebut bahwa semua Kementerian sudah berusaha bekerja secara optimal selama 24 jam dalam penanganan pandemic covid-19 ini. Disamping itu, dia juga mengapresiasi gotong royong yang dilakukan masyarakat yang membantu negara menangani pandemi.

“Seperti yang sudah saya sering sampaikan juga, semua Kementerian pada saat covid-19 ini bekerja 24 jam, kita satukan hati kita bahwa Jangan Pernah Lelah kita melayani rakyat kita. dan tentu saya juga sangat apresiasi gotong royong yang dilakukan juga oleh masyarakat hari ini tidak hanya kami Kementerian,” ujarnya.

Erick Thohir menyebut banyak pihak swasta dan tokoh-tokoh masyarakat yang bersama-sama bergotong-royong menangani covid-19 ini. Dia meyakini bahwa pemerintah tidak bisa berjuang sendiri mensukses program-programnya tanpa peran aktif dari masyarakatnya.

Begitupun dengan Peresmian RSPJ Extensi Arafah Asrama Haji Embarkasi Jakarta, tidak terlepas dari dukungan semua pihak, baik stakeholder dan lainnya. Erick berharap hadirnya RSPJ Extensi Arafah Asrama Haji Embarkasi Jakarta bisa bermanfaat untuk semua orang.

“Mudah-mudahan ini bermanfaat untuk kita semua dan Insya Allah saya yakin tadi disampaikan oleh Pak Menag kita bangun dari tidur, kita selalu bangun dari jatuh. Tadi Pak Budi juga sampaikan kita bisa mudah-mudahan ini menjadi bagian bagaimana kita memperlihatkan kepada dunia kalau Amerika bisa, Cina bisa, Jepang Bisa masa Indonesia nggak bisa,” pungkasnya.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya