Konsorsium AP I Teken Perjanjian Kerjasama Pengelolaan Bandara Hang Nadim Batam

Oleh Arief Rahman Hakim pada 19 Jul 2021, 19:30 WIB
Diperbarui 19 Jul 2021, 19:30 WIB
Bandara Hang Nadim
Perbesar
Bandara Hang Nadim Batam. (Liputan6.com/Ajang Nurdin)

Liputan6.com, Jakarta Konsorsium PT Angkasa Pura I, Incheon International Airport Corporation (IIAC), dan PT Wijaya Karya menandatangani Head of Agreement atau perjanjian awal pengelolaan bandara Hang Nadim Batam. Sebelumnya, konsorsium yang dipimpin AP I itu memenangkan lelang pengelolaan bandara pada Maret 2021 lalu.

Perjanjian awal tersebut meliputi kerja sama antara konsorsium AP I, IIAC, dan Wijaya Karya dengan Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam (BP Batam) dalam beberapa sektor. Diantaranya pengelolaan yang mencakup desain, pembangunan, pembiayaan, pengalihan, pengoperasian dan pemeliharaan bandara.

Penandatanganan dilakukan secara virtual oleh Kepala BP Batam, Muhammad Rudi dengan Pemimpin Konsorsium, Direktur Pemasaran dan Pelayanan PT Angkasa Pura I (Persero) Devy Suradji pada Senin (19/7/2021).

Penandatanganan turut disaksikan oleh President and CEO IIAC Kyung-Wook Kim dan Direktur Human Capital dan Pengembangan PT Wijaya Karya, Mursyid, yang mewakili Direktur Utama PT Wijaya Karya Agung Budi Waskito.

“Penandatanganan ini dilakukan dalam rangka memperkuat komitmen dan menunjukkan itikad baik dari para pihak terkait dalam mewujudkan terlaksananya kerja sama tersebut. Saat ini, BP Batam dan konsorsium tengah melaksanakan proses yang dibutuhkan dan disyaratkan sesuai dengan hak, tugas dan tanggungjawabnya masing-masing untuk dapat melaksanakan proyek kerja sama ini,” seperti tertulis dalam keterangan resmi yang diterima Liputan6.com, Senin (19/7/2021).

Atas terjalinnya kerja sama ini, BP Batam akan menyediakan seluruh area operasional Bandara Hang Nadim Batam sebagai wilayah kerja yang akan dipergunakan konsorsium untuk dikelola dan dikembangkan.

Sementara itu, Konsorsium Angkasa Pura I - IIAC - WIKA bertanggung jawab terhadap penyediaan desain, melaksanakan pembangunan, pembiayaan, pengalihan, pengoperasian dan pemeliharaan Bandara Hang Nadim Batam.

"Diharapkan dengan dilaksanakannya pengembangan dan pengelolaan ini, dapat mengoptimalkan kebutuhan arus keluar-masuk barang, bagi kelancaran perindustrian di Batam, serta dapat mengelola bandara lebih profesional, mendukung Batam sebagai hub logistik, memberikan multiplier effect, dapat membuka penerbangan internasional dan mendorong percepatan pemulihan ekonomi," kata Kepala BP Batam, Muhammad Rudi.

Sedangkan, Plt. Direktur Utama PT Angkasa Pura I, Devy Suradji mengatakan kemenangan konsorsium AP I dalam seleksei pengelola bandara Hang Nadim merupakan capaian penting bagi perusahaan.

"Di mana hal ini merupakan pertama kalinya perusahaan memenangkan persaingan di antara para pelaku kunci industri bandar udara lainnya, baik nasional maupun global, untuk mengelola bandara potensial,” katanya.

dengan demikian, maka ke depannya AP I memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan kontrak kerja sama pengelolaan bandara-bandara potensial lainnya, baik di dalam negeri maupun luar negeri. Pengelolaan Hang Nadim ini menggenapkan jumlah bandara yang dikelola AP I menjadi 16 bandara di tanah air.

Pada kesempatan yang sama, President and CEO IIAC, Kyung-Wook Kim mengatakan, adanya kontrak ini mendorong komunitas bisnis Korea Selatan untuk mengeksplorasi peluang baru di Indonesia.

“Kontrak tersebut [juga] memungkinkan kami untuk berbagi keahlian kami dalam pengoperasian bandara dengan tujuan untuk mengubah Bandara Batam menjadi hub regional,” katanya.

 

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Berbagi Peran

Bandara Hang Nadim, Batam. (Foto: Liputan6.com/Ajang Nurdin)
Perbesar
Bandara Hang Nadim, Batam. (Foto: Liputan6.com/Ajang Nurdin)

Lebih jauh, setelah penandatanganan HoA ini, Konsorsium akan menyelesaikan pendirian Badan Usaha Pelaksana (BUP) dan penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) dengan BP Batam.

Dalam pengelolaannya, anggota konsorsium tersebut akan saling berbagi peran. Misalnya, AP I akan bertanggung jawab dalam hal manajemen operasional dan komersial secara umum. Sementara itu, IIAC memiliki kewajiban dan tanggung jawab dalam hal pemasaran dan strategi pengembangan bandara secara umum.

Sedangkan WIKA selaku BUMN bidang konstruksi yang terintegrasi dengan industri pendukungnya memiliki tanggung jawab dalam hal manajemen infrastruktur bandara.

"WIKA siap mendukung sinergi, strategi, dan investasi berskala global dalam hal kebandaraan, dengan memperhatikan perkembangan sosial, budaya, ekonomi, dan lingkungan hidup dari masyarakat sekitar," ujar Direktur Utama WIKA, Agung Budi Waskito.

Ke depannya, Bandara Hang Nadim akan dikembangkan untuk menjadi hub atau penghubung destinasi penerbangan yang lebih luas dan hub logistik serta kargo di wilayah barat Indonesia.

Lokasi Bandara Hang Nadim Batam yang cukup strategis di regional Asia Tenggara dan  berdampingan dengan pelabuhan kargo dan kawasan industri membuat bandara ini cocok untuk dijadikan pusat logistik.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya