Harga Minyak Anjlok Usai OPEC+ Restui Peningkatan Pasokan

Oleh Arief Rahman Hakim pada 19 Jul 2021, 09:35 WIB
Diperbarui 19 Jul 2021, 09:35 WIB
Ilustrasi Harga Minyak Naik
Perbesar
Ilustrasi Harga Minyak Naik (Liputan6.com/Sangaji)

Liputan6.com, Jakarta - Harga minyak jatuh lebih dari 1 persen pada perdagangan Senin pagi. Penutunan harga minyak ini terpukul oleh kesepakatan kelompok produsen OPEC+ selama akhir pekan untuk meningkatkan produksi setelah pakta sebelumnya berantakan karena keberatan dari Uni Emirat Arab (UEA).

Dikutip dari Antara, Senin (19/7/2021), harga minyak mentah Brent turun 1,0 dolar AS atau 1,4 persen, menjadi diperdagangkan di 72,59 dolar AS per barel pada pukul 00.37 GMT, setelah jatuh hampir 3,0 persen minggu lalu.

Sedangkan harga minyak AS (WTI) terpangkas 94 sen atau 1,3 persen pada 70,87 dolar AS per barel, setelah anjlok hampir 4,0 persen minggu lalu.

Para menteri OPEC+ pada Minggu (18/7) sepakat untuk meningkatkan pasokan minyak mulai Agustus guna meredam harga yang awal bulan ini naik ke level tertinggi dalam sekitar dua setengah tahun karena ekonomi global pulih dari pandemi COVID-19.

Kelompok tersebut, yang mencakup anggota Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya seperti Rusia, bersama-sama dikenal sebagai OPEC+, menyetujui pembagian produksi baru mulai Mei 2022.

"Kesepakatan ini harus memberikan kenyamanan bagi pelaku pasar bahwa grup tersebut tidak menuju perpecahan yang berantakan dan tidak akan membuka pintu produksi dalam waktu dekat," kata RBC Capital Markets dalam sebuah catatan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Kuota Produksi Baru

Ilustrasi Harga Minyak
Perbesar
Ilustrasi Harga Minyak

OPEC+ menyetujui kuota produksi baru untuk anggota lain mulai Mei 2022, termasuk UEA, Arab Saudi, Rusia, Kuwait, dan Irak.

Kelompok itu tahun lalu memangkas produksi dengan rekor 10 juta barel per hari (bph) di tengah penurunan permintaan akibat pandemi, mendorong jatuhnya harga dengan minyak AS sempat berada di wilayah negatif.

OPEC+ secara bertahap membawa kembali beberapa pasokan, memangkasnya dengan pengurangan sekitar 5,8 juta barel per hari.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya