Jadi Pengendali Banjir, Bendungan Tamblang di Bali Target Rampung 2022

Oleh Maulandy Rizki Bayu Kencana pada 19 Jul 2021, 12:30 WIB
Diperbarui 19 Jul 2021, 12:30 WIB
Bendungan Tamblang di Kabupaten Buleleng, Bali (Dok. Kementerian PUPR)
Perbesar
Bendungan Tamblang di Kabupaten Buleleng, Bali (Dok. Kementerian PUPR)

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Ditjen Sumber Daya Air menargetkan pembangunan 13 bendungan selesai pada akhir 2022. Dari 13 bendungan tersebut, salah satunya berada di Pulau Bali yakni Bendungan Tamblang di Kabupaten Buleleng.

Pembangunan bendungan tersebut bertujuan untuk memenuhi misi ketahanan pangan dan ketersediaan air nasional, khususnya Pulau Bali sebagai destinasi pariwisata internasional di Indonesia.

Bendungan Tamblang merupakan bagian dari Program Strategis Nasional (PSN) yang dilaksanakan untuk menambah tampungan air sehingga kontinuitas suplai air baku dan irigasi ke sawah terjaga.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, potensi air di Indonesia cukup tinggi sebesar 2,7 triliun m3 per tahun. Dari volume tersebut, air yang bisa dimanfaatkan sebesar 691 miliar m3 per tahun, dimana yang sudah dimanfaatkan sekitar 222 miliar m3 per tahun untuk berbagai keperluan seperti kebutuhan rumah tangga, peternakan, perikanan dan irigasi.

"Namun potensi sebesar itu keberadaannya tidak sesuai dengan ruang dan waktu, sehingga kita membutuhkan tampungan-tampungan air. Dengan begitu pada saat musim hujan air ditampung untuk dimanfaatkan musim kemarau. Itulah gunanya bendungan dan embung/setu untuk penampungan air," ujar Menteri Basuki, Senin (19/7/2021).

Bendungan Tamblang diproyeksi memiliki kapasitas tampungan sebesar 7,6 juta m3 untuk memenuhi kebutuhan air irigasi di Daerah Irigasi (DI) Bungkulan dan DI Bulian seluas 588 Hektar (Ha).

Di samping itu, juga bermanfaat sebagai penyediaan air baku dengan debit 510 liter per detik, menambah cadangan listrik (PLTM) sebesar 0,54 MW, pengendalian banjir, kawasan konservasi, dan potensi pariwisata baru di Bali utara.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Nilai Kontrak

Bendungan Tamblang di Kabupaten Buleleng, Bali (Dok. Kementerian PUPR)
Perbesar
Bendungan Tamblang di Kabupaten Buleleng, Bali (Dok. Kementerian PUPR)

Pembangunan bendungan dikerjakan oleh kontraktor PT PP-Adijaya lewat skema kerja sama operasi (KSO) dengan nilai kontrak sebesar Rp 816 miliar. Saat ini progres konstruksinya mencapai 51.72 persen dan ditargetkan selesai pada 2022.

Adapun Bendungan Tamblang memiliki luas lahan 73 ha dengan sumber air berasal dari Tukad Daya. Bendungan ini merupakan bendungan dengan tipe Rock Fill Dam dengan Inti Tegak puncak 260 meter dan lebar puncak 12 meter, dilengkapi terowongan pengelak tipe tunnel tapal kuda dengan diameter 4,50 meter.

Sebelumnya, Bali telah memiliki Bendungan Titab Kabupaten Buleleng (2011-2015) dengan kapasitas tampung 12,80 juta m3, Bendungan Benel Kabupaten Jembrana yang selesai 2010 kapasitas 1,9 juta m3, Bendungan Telaga Tunjung Kabupaten Tabanan selesai 2007 dengan kapasitas 1,26 juta m3, Bendungan Grokgak Kabupaten Buleleng selesai 1997 dengan kapasitas 3,1 juta m3, dan Bendungan Palasari Kabupaten Jembrana selesai 1989 dengan kapasitas 8 juta m3.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya