Cek Daftar Harga Pangan Jelang Idul Adha, Mulai Daging Sapi hingga Cabai

Oleh Arief Rahman Hakim pada 17 Jul 2021, 12:30 WIB
Diperbarui 17 Jul 2021, 12:30 WIB
BI Prediksi Inflasi Capai 0,42 Persen pada Januari 2020
Perbesar
Aktivitas jual beli beli di pasar kawasan Glodok, Jakarta, Selasa (28/1/2020). Bank Indonesia memproyeksikan terjadi inflasi di Januari 2020 bersumber dari beberapa komoditas pangan yang mengalami tekanan harga, di antaranya telur ayam akan berkontribusi juga ke inflasi. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Menjelang Hari Raya Idul Adha, harga bahan kebutuhan pokok terpantau bergerak beragam, ada yang mengalami kenaikan juga penurunan. Kenaikan harga terjadi pada harga daging sapi sebesar Rp 311 menjadi Rp 134.629 per kg.

Semantara itu, harga rata-rata cabai rawit merah di pasar tradisional Jakarta pada hari ini turun sebesar Rp1.517 per kg sehingga menjadi Rp66.100 per kg dibandingkan harga Jumat (16/7/2021).

Berikut rata-rata harga 12 bahan pokok yang terpantau di sejumlah pasar DKI Jakarta berdasarkan situs resmi Informasi Pangan Jakarta, dikutip dari Antara, Sabtu (17/7/2021):

1. Beras medium: Rp9.641 per kg (naik Rp11); beras premium: Rp12.296 per kg (naik Rp69).

2. Gula Pasir: Rp13.733 per kg (turun Rp64)

3. Minyak goreng: Rp14.700 per kg (naik Rp8)

4. Telur ayam: Rp23.766 per kg (naik Rp139)

5. Daging Sapi has: Rp134.629 per kg (naik Rp311)

6. Daging Ayam Ras/broiler: Rp36.785 per ekor (turun Rp259)

7. Cabai Merah Keriting: Rp32.566 per kg (naik Rp396)

8. Cabai Merah Besar: Rp37.000 per kg (naik Rp1.954)

9. Cabai Rawit Merah: Rp66.100 per kg (turun Rp1.517)

10. Bawang Merah: Rp37.137 per kg (turun Rp53)

11. Bawang Putih: Rp30.033 per kg (naik Rp246)

12. Tepung Terigu: Rp8.066 per kg (turun Rp29).

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Waspadai Kenaikan Harga Pangan Jelang Idul Adha

Inflasi
Perbesar
Pembeli membeli daging ayam di pasar, Jakarta, Jumat (6/10). Dari data BPS inflasi pada September 2017 sebesar 0,13 persen. Angka tersebut mengalami kenaikan signifikan karena sebelumnya di Agustus 2017 deflasi 0,07 persen. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Kenaikan harga beberapa komoditas pangan yang pasca Idul Fitri dan menjelang Idul Adha patut diwaspadai. Lonjakan kasus positif Covid-19 di beberapa wilayah Indonesia juga dikhawatirkan dapat memengaruhi fluktuasi harga beberapa komoditas pangan.

Data Indeks Bulanan Rumah Tangga (Indeks BU RT) dari Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) menunjukkan, harga tujuh dari sembilan komoditas pokok mengalami kenaikan yang pesat. Kenaikan ini juga mendukung laju inflasi di Mei hingga mencapai 0,38 persen di sektor makanan dan minuman.

Peneliti CIPS Indra Setiawan memaparkan, di antara komoditas tersebut, harga daging mengalami kenaikan yang paling ekstrim. Pasalnya, dari bulan April ke Mei 2021, harga daging naik sekitar tujuh persen, jauh lebih tinggi dibanding barang lainnya. Harga daging sapi meningkat dari Rp 154.750 menjadi Rp 165.900. Harga ayam juga merangkak naik dari Rp 36.900 ke Rp 40.722.

Adapun kenaikan ini bisa disebabkan beberapa faktor, seperti adanya peningkatan permintaan yang terjadi semenjak awal bulan Ramadan.

"Peningkatan ini jauh lebih pesat dibandingkan Ramadan tahun lalu dan berbarengan dengan permintaan menjelang Idul Adha," jelas dia dalam keterangan tertulis, Rabu (23/6/2021).

Selain itu, para pedagang tidak memiliki stok daging yang mencukupi. Mereka terpaksa menyembelih sapi betina, yang seharusnya mampu bereproduksi, untuk menjaga ketersediaan sapi jantan di Idul Adha. Kebijakan impor juga ditengarai menjadi penyebab kenaikan harga daging. Pasalnya, sapi di Australia sekarang sedang anjlok ketersediaannya.

Sementara itu kenaikan harga ayam juga dipengaruhi sengketa Indonesia dengan World Trade Organization (WTO) perihal impor ayam dari Brazil. Impor ayam dari sana pun terus menurun. Selain itu, harga ayam juga didorong mahalnya harga pakan dan jagung yang ada di atas rerata Rp 3.000 dan Rp 5.000 untuk masing-masing. Kekurangan pasokan ini bisa menjadi faktor inflasi ayam yang cukup tajam.

Kenaikan harga ayam juga diikuti kenaikan harga telur. Harga telur naik sebesar tujuh persen dari Rp 26.619 ke Rp 28.170. Kenaikan harga ini terjadi setelah sebelumnya harga telur jatuh cukup dalam. Indra berpendapat bahwa kenaikan harga ini disebabkan oleh naiknya konsumsi telur jelang Idul Fitri. Kenaikan ini cukup pesat, hingga bisa menyaingi penurunan harga di periode sebelumnya.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya